LENSAINDONESIA.COM: Peningkatan jumlah keterisian penumpang (load factor) PT Garuda Indonesia meningkat 90 persen. Terutama, rute Jakarta dan Denpasar menjelang tahun baru 2012 mencapai 92 hingga 95 persen. Jumlah itu naik dibandingkan tahun sebelumnya, yakni hanya sekitar 80 sampai 85 persen saja.

General Manager PT Garuda Indonesia Area Indonesia Timur, Ismu Gito Waluyo mengatakan, pihaknya akan menambah frekuensi penerbangan untuk rute Surabaya-Jakarta dari sebelumnya 15 kali pada hari biasa menjadi 17 kali penerbangan jelang liburan ini.

“Praktis penumpang akan terjadi lonjakan pada puncaknya H-1 sampai H+3 tahun baru dan akan mencapai 95 persen lebih. Meski demikian, kami tetap memakai tarif sesuai dengan sub classes pada hari normal,” ujarnya kepada LICOM, Kamis (29/12/2011).

Sementara, secara terpisah, District Manager Sriwijaya Air Surabaya menambahkan, arus penumpang transportasi udara terlihat meningkat 92 persen, naik dibanding sebelumnya sekitar 80 persen. Hal tersebut tercatat pada jumlah penumpang pada perayaan Natal rute Surabaya-Kupang dan Surabaya-Manado.

“Sedangkan, untuk rute penerbangan Surabaya-Jakarta kami tetap melayani penerbangan sebanyak 6 kali sehari. Menanggapi hal itu Sriwijaya tidak ada penambahan armada dan tetap mengoperasikan 16 armada yang ada,” tandasnya.

Lebih lanjut, Ismu Gito Waluyo menyebutkan, PT Garuda Indonesia di wilayah kerjanya akan mengganti armada untuk menyesuaikan kebutuhan penerbangan melalui pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 240 seat dan akan digantikan dengan pesawat Boeing 737-800, yang memiliki 262 seat.

“Jumlah armada PT Garuda saat ini sekitar 86 unit maskapai penerbangan. Selain itu, juga akan menargetkan sebanyak 92 pesawat akan tersediakan, demi memenuhi kebutuhan kenyamanan pelanggan serta pelayanan prima. Sehingga, dalam kurun waktu sampai 2015 mendatang diperkirakan bisa menambah 60 pesawat Boeing 737-800 New Generation dan Airbus A330-200 serta 25 Airbus A320 untuk Citilink,” sambungnya.

Sebagai langkah antisipasi terjadinya delay jadwal penerbangan, Pihak Garuda juga telah berupaya semaksimal mungkin untuk menghindarinya. “Rata-rata delay terjadi pada penerbangan pesawat 45 menit sebelum berangkat dan hal tersebut sudah kami lakukan koordinasikan optimal pada semua crew pesawat maupun pihak bandara, guna memberikan kepuasan bagi calon penumpang,” tambahnya. *Jefry