LENSAINDONESIA.COM: Ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar) di Tenggarong, Kalimantan Timur (Kaltim) pada 26 November 2011 lalu, kini Polda Kaltim telah menetapkan tiga tersangka.

“Tersangka ada tiga orang. Inisial YS dari dinas pemerintah, ST dari swasta (pelaksana), dan MSR juga dari swasta,” demikian diungkapkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Bambang Widaryatmo saat jumpa pers akhir tahun di Mapolda Kaltim, Sabtu (31/12/2011).

Meski sudah ditetapkan tersangka, namun polisi belum melakukan penahanan. “Para tersangka baru akan kita panggil. Ditahan atau tidak, kita tunggu keputusan penyidik,” ujarnya.

Menurut Bambang, tiga tersangka tersebut dianggap telah lalai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Akibat kelalaian itu, tak ayal menyebabkan orang lain meninggal dan terluka.

“Itu jembatan kalau tak disentuh tidak mungkin bisa (roboh) begitu,” lanjut Bambang.

Bambang menambahkan, pada saat dilakukan perbaikan, seharusnya jembatan Kutai Kartanegara ditutup. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, saat pelaksanaan perbaikan, jembatan tetap dibiarkan dilalui orang. Dikatakan Bambang, sebelumnya dalam rapat perbaikan jembatan, sebenarnya Polres Kukar sudah meminta agar jembatan ditutup, namun hal itu justru diabaikan. Akibatnya, ketika jembatan roboh, banyak orang yang menjadi korban.tbn