Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Banjir Rendam Puluhan Hektar Sawah di Ponorogo 

LENSAINDONESIA.COM: Hujan lebat yang terus menerus di wilayah Ponorogo bagian selatan selama empat hari terakhir, mengakibatkan puluhan hektar sawah yang baru saja tanam menjadi lautan.

Petani pun harus siap-siap rugi besar. Ini terjadi setelah para petani yang berada dilima desa yakni Mojopitu, Kecamatan Slahung, Desa Karangan, Bajang, Balong dan Ngampel yang berada di Kecamatan Balong terancam gagal panen. Bahkan air terus bertambah debitnya seiring hujan yang terus turun diwilayah terebut. Hal itu diperparah dengan menyempit dan dangkalnya aliran sungai yang melintas di wilayah tersebut.

Jemani (55), salah satu warga desa Balong mengaku, daerah persawahan di wilayahnya merupakan daerah yang paling parah mendapatkan dampak dari luapan banjir sungai yang membelah dan melintas di belakang perkampungannya, jika hujan turun dengan lebat.

“Hujan lebat turun lebih dari satu jam, area persawahan disini menajdi lautan. Dan sulit surutnya,” katanya saat ditemui, Rabu (4/1/2012).

Petani itu juga mengatakan, saat ini sedang masa tanam. Rata-rata tanaman padi memasuki usia satu minggu. Sehingga saat terjadi banjir, dipastikan tanaman akan rusak dan harus ditanami kembali. Itupun, jika petani masih memiliki modal untuk membeli bibit. Karena biaya tanam padi ditambah pupuk serta membayar tenaga buruh tani, cukup tinggi.

“Sekitar 30 hektar sawah yang terendam air. Ini disebabkan dangkalnya dan penyempitan sungai yang melintas diwilayah ini,” terangnya.

Kepala Desa Bajang, Khusnul Munawaroh, 40, mengatakan, pihaknya bersama empat kepala desa lainnya, pernah melakukan upaya untuk mendapat bantuan agar sungai yang melintas dibeberapa wilayah ini dinormalisasi. Proposal itu ditujukan DAS Bengawan solo. “Hingga kini belum ada tanggapan. Pemerintah daerah sendiri belum menangani masalah banjir ini,” pungkasnya.arso

Baca Juga:  Kabupaten Jombang kembali raih penghargaan Peduli HAM 2019