LENSAINDONESIA.COM : Produk pertanian impor yang membajiri pasar lokal saat ini dinilai sebagai ancaman bagi eksitensi petani dalam negeri. Agar gampuran produk pertanian asing dapat terbendung, Komisi V DPR RI meminta pemerintah agar lebih memperhatikan pertanian rakyat. Caranya, dengan meningkatkan daya saing produk pertanian itu sendiri.

Anggota Komisi V DPR RI, Hermanto mengemukakan,  produk pertanian asing yang ‘membombadir’ pasar lokal adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi secara cepat. “Bila pemerintah lamban, maka produk pertanian impor akan semakin mengusai pasar kita,”kata Hermanto di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta (5/1/2012).

Menurutnya, jika pemerintah mendukung produk produk pertanian dalam negeri, maka naiknya daya saing mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani.

Disinggung soal produktifitas perdagangan komoditi pertanian nasional, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini merinci, mulai Januari hingga September 2011, perdagangan produk pertaniaan mencapai surplus 17,02 miliar dolar AS atau naik 44,20 persen dari 2010.

Sementara itu, menurut data Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian mencatat, capaian ekspor komoditi pertanian nasional hingga Agustus 2011 mencapai 25,13 miliar dolar AS, sedangkan impor sebanyak 11,08 miliar dolar AS atau masih surplus 14,05 miliar dolar.

“Dalam hitungan segi volume, ekspor komoditi pertanian mencapai 17,3 juta ton dan impor sekitar 15,86 juta ton, sehingga mengalami surplus 1,49 juta ton. Mengenai investasi pada sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan dan subsektor perkebunan, Mentan menyatakan pada tahun lalu mencapai Rp8,3 triliun atau 1,03 miliar dolar AS,” ujarnya.

Hermanto menambahkan, capaian ekspor tersebut harus terus ditingkatkan. Khususnya untuk komoditi pertanian yang dihasilkan  kebun-kebun rakyat. “Tumbuhnya ekspor pertanian mencapai 3,07 persen dari tahun 2010 sebesar 2,86 persen, harus memacu pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian. Peran penyuluh pertanian juga perlu dioptimalkan,”ungkapnya, merinci.@ali