LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto menyatakan, pemerintah harus terus meningkatkan daya saing produk pertanian. Dengan naiknya daya saing produk pertanian akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini sangat urgent seiring dengan tantangan kedepan yang harus dihadapi antara lain  meningkatnya ketidakpastian global, harga-harga komoditas strategis bahan pangan serta perubahan iklim dengan berbagai cuaca ekstrim. Kalau pemerintah terlambat, maka komoditi pertanian global akan terus membanjiri negeri ini. Dengan naiknya daya saing produk pertanian diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hermanto mengatakan hal tersebut lantaran surplus perdagangan komoditi pertanian nasional selama Januari-September 2011 mencapai surplus 17,02 miliar dolar AS atau naik 44,20 persen dari 2010.

Sebagaimana diketahui, menurut Data Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian menyebutkan, hingga Agustus 2011 ekspor komoditi pertanian nasional mencapai 25,13 miliar dolar AS, sedangkan impor sebanyak 11,08 miliar dolar AS atau masih surplus 14,05 miliar dolar.

Sedangkan dari segi volume, ekspor komoditi pertanian mencapai 17,3 juta ton dan impor sekitar 15,86 juta ton, sehingga mengalami surplus 1,49 juta ton. Mengenai investasi pada sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan dan subsektor perkebunan, Mentan menyatakan pada tahun lalu mencapai Rp8,3 triliun atau 1,03 miliar dolar AS.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Sumatera Barat ini, pencapaian kinerja ekspor ini harus terus ditingkatkan khususnya untuk komoditi pertanian yang dihasilkan oleh kebun-kebun rakyat. “Bahkan dengan terjadinya tumbunya PDB pertanian mencapai 3,07 persen yang lebih tinggi dibandingkan 2010 yang sebesar 2,86 persen harus terus memacu pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian dengan mengoptimalkan peran para penyuluh pertanian,” tambah Hermanto.

Dikatakan Hermanto, sebagaimana terdapat di dalam UU No.16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluh Pertanian, Perikanan dan kehutanan secara jelas dinyatakan tentang fungsi sistem penyuluhan diantaranya memfasilitasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha; mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi, dan sumber daya lainnya agar mereka dapat mengembangkan usahanya. “Dengan demikian, kedepan peran dan fungsi penyuluh pertanian perlu terus ditingkatkan,” pungkas Hermanto.rilis/LI-07