Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Ketua DPRD dan Walikota Surabaya Akhirnya Karaoke 

LENSAINDONESIA.COM : Konflik antara Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana dengan Walikota Tri Rismaharini meredah setalah keduanya tampil duet dengan mendendangkan lagu ‘Jangan Ada Dusta Diantara Kita’ saat menggelar acara Silahturahmi menyambut Tahun Baru 2012 di rumah dinas walikota Jl Sedap Malam, Surabaya, kamis (5/1/2012) tadi malam.

Seluruh pihak berharap, konflik antar dua pimpinan tersebut dapat segara diakhiri diawal tahun 2012 ini. “Selama ini komunikasi sering terputus. Atau mungkim sangat kurang. Namun, dengan pertemuan kemarin, mudah-mudahan bisa menyelesaikan masalah,”kata Ketua DPRDSurabaya, Wisnu Wardhana, Jumat (6/1/2012).

Ketua DPRD yang tahun kemerin digoyang isu dugaan korupsi anggaran Bimbingan dan Teknis (bimtek) DPRDtahun 2010 itu megakui bila selama ini  jalinan komunikasi antara DPRD dengan pemkot kurang berjalan bagus.

Jika selama ini WW kerap mengkritik wali kota, kemarin sikap itu pun berubah. Bahkan ia berharap ada pertemuan-pertemuan lanjutan yang bersifat informal digelar lagi. “Kemarin telah diawali. Diharapkan ini bisa ditindaklanjuti. Mudah-mudahan ada pertemuan lanjutan,” tegasnya.

Mantan ketua DPC Partai Demokrat (PD) Surabaya tersebut menjabarkan antara pemkot dengan DPRD ibarat “suami istri”. Pertemuan informal yang sering dilaksanakan akan mampu menyelesaikan masalah. Salah satu caranya dengan lobi-lobi politik.

Wishnu Wardana mencontohkan ada kebijakan penting yang harus segera diputuskan wali kota. Di sisi lain, kebijakan itu masih menunggu petunjuk teknis (juknis) atau petunjuk pelaksanaan (juklak) dari pemerintah pusat. Menurutnya, dengan pertemuan itu, persoalan yang dihadapi pemkot bisa dibicarakan bersama.

“Jika ada masalah penting yang harus secepatnya dibahas, tapi menunggu kebijakan pusat, lewat lobi-lobi ini bisa disepakati sehingga memuluskan kebijakan itu,” jelasnya. Sementara itu secara terpisah Mochamad Anwar Anggota
Sementara itu, Komisi A DPRD Surabaya Mochammad Anwar menanggapi  positif pertemuan informal ini. Menurutnya, antara kedua belah pihak bisa saling mengungkapkan kendala yang dialami masing-masing pihak di luar forum resmi. Sehingga, solusi atas masalah itu sudah bisa dipecahkan tanpa saling bersitegang.

Baca Juga:  KH Masjkur, pejuang “Resolusi Jihad” pimpin Barisan Sabilillah saat perang 10 November 1945

“Kalau pertemuan seperti ini bisa dipertahankan, ini akan sangat bagus bagi hubungan antara pemkot-DPRD,” tukas Anwar.

Sementara anggota Komisi A yang lain, Armudji menambahkan, pertemuan informal tidak harus membicarakan sesuatu. Pertemuan ini bisa dilakukan sebagai ajang silahturahmi. Menurut dia, yang paling penting adalah menjaga hubungan antara kedua belah pihak agar tetap saling ada komunikasi. @dimas