Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    

KLB Harga Mati, Inisiatif Tono Suratman Rujukkan KPSI-Djohar Arifin Sudah Terlambat 

LENSANDONESIA.COM: La Nyalla Matalitti, salah satu anggota Eksekutif Komite (exco) yang dipecat Komite Etik PSSI, menyatakan bahwa rencana Kongres Luar Biasa (KLB), yang akan diselenggarakan pada 6 Maret mendatang di Surabaya, Jawa Timur, tidak akan ditunda-tunda lagi.

“452 anggota PSSI sudah setuju dan mendukung segera diadakannya KLB. Buat kita KLB adalah harga mati”, kata La Nyalla kepada LICOM di Sekretariat KPSI, Senayan, Jakarta, Jumat (06/01) malam tadi.

La Nyalla perlu mempertegas kembali rencana KLB itu, untuk menanggapi rumor ada pihak-pihak yang berniat menghalang-halangi ketetapan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).

Soal kenapa KPSI ngotot harus KLB? “Kenapa KLB tetap kami lakukan, karena Djohar dan jajarannya banyak melanggar statuta AFC dan FIFA. Kalau sampai dia mengatakan tidak pernah melanggar statuta, itu yang membuat saya jadi bertanya-tanya”, ujar La Nyalla.

Selanjutnya, diminta tanggapannnya terkait rencana rekonsiliasi  alias “rujuk” atau “islah”  yang akan dilakukan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Tono Suratman, untuk menyelesaikan permasalahan di tubuh PSSI, spontan La Nyalla mengatakan sudah terlambat.

“Inisiatif yang akan dilakukan Tono Suratman dalam menyelesaikan permasalahan sepakbola nasional, saya sangat hargai. Namun, sayangnya sudah terlambat”,  jelas La Nyalla.

Bagi La Nyalla dan jajaran KPSI, kapan dan dimana pun akan tetap menerima Tono, akan tetapi KLB jalan terus.

Sedang mengenai pencalonan Dahlan Iskan sebagai Ketua Umum PSSI pada KLB mendatang, La Nyalla kembali menegaskan, “Dahlan Iskan adalah sosok yang pas untuk memimpin PSSI. Beliau adalah orang yang tepat untuk membawa persepakbolaan Indonesia bisa lebih maju di kancah internasional”. @noviar