Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EDUKASI

SMKN 2 Surabaya juga Bisa Rakit Mobil 

LENSAINDONESIA.COM: Tak kalah dengan SMK Solo yang sukses merakit mobil Kiat Esemka. Siswa SMKN 2 Surabaya juga berhasil menciptakan mobil karya mereka sendiri, berjenis pick up. Mobil karya ‘Arek-arek’ yang belum diberi nama ini telah selesai masa riset dan siap diproduksi secara masal.

Bahrun, Kepala SMKN 2 Surabaya mengatakan, komponen mobil itu 80 persen merupakan konten lokal, mulai blok mesin, karoseri, hingga dashboard. “Dua mobil hasil riset siswa-siswanya itu siap on the road. Hampir seluruh komponen mobil ini dibuat di Indonesia dan perangkaiannya dilakukan sendiri di bengkel SMKN 2 Jl. Patua Surabaya ini,”kata Bahrun, Jumat. (6/1/2012).

Menurut dia, pihaknya hanya mengimpor komponen electronic control unit. Tetapi Ia yakin tahun ini anak didiknya mampu menciptakan sendiri sebab bisa belajar dari di industri taiwan maupun China yang saat ini menjadi jaringan SMKN 2,

Kasek SMKN 2 itu menyampaikan, biaya proyek riset yang dimulai sejak 2007 itu merupakan hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk praktik kerja siswa, sebesar Rp1 miliar. “Dengan uang itu, kami berhasil membuat sejumlah prototipe kendaraan,”ujarnya.

Agar layak operasional, kata Bahrun, mobil pick up ini harus melalui serangkaian uji dari instansi pemerintah, diantaranya uji struktur, ijin produksi, uji keselamatan, uji emisi, dan ijin produk kendaraan. “Jika sudah layak on the road, kita siap memproduksi massal mobil ini bekerja sama dengan mitra industri kecil yang ada di Jawa Timur,” papar dia.

Bila telah diproduksi secara masal, mobil untuk perdagangan karya siswanya ini akan dijual ke pasaran dengan harga ekonomis kurang dari Rp 50 juta saja.

Setelah sukses dengan mobil Pick up ini, rencanaya, SMKN 2 akan mengembangkan pembuatan mobil jenis SUV untuk memenuhi kebutuhan mobil-mobil penumpang yang murah dan berkualitas.ian

Baca Juga:  Kuasa hukum FWJ polisikan "debt collector" ACC Finance, kerahkan 15 orang resahkan warga di Depok