LENSAINDONESIA.COM: Kawasan wisata  Ancol Taman Impian semakin memperkokoh posisinya sebagai ikon pariwisata nasional di Indonesia. Dengan mengintegrasikan pengembangan kawasan wisata dengan industri kreatif dan properti, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA)  sebagai pengelola siap membawa kawasan ini menjadi destinasi wisata modern dan  terlengkap.

Ancol tidak lagi hanya sekedar membidik pasar domestik (wisatawan domestik), tapi juga pasar internasional (wisatawan manca negara).

Boleh dikatakan, Ancol Taman Impian memang tengah dalam proses transformasi menjadi kawasan wisata modern dan terlengkap di Indonesia. Karena berbagai kemajuan dan pertumbuhan ekonomi nasional yang terus membaik memberi peluang semakin luas bagi Ancol Taman Impian mengembangkan produk jasanya.

Direktur Utama PJAA, Budi Karya Sumadi dalam  siaran pres  yang disampaikan padaLICOM, Sabtu (07/1/12) ,melalui  divisi Komunikasi  Ancol Taman Impian mengatakan, “Sudah dipastikan dalam 2 tahun sampai 3 tahun ke depan, wajah dan nuansa kawasan akan menjadi sangat berbeda. Tidak hanya sebagai tempat wisata tradisional,  Ancol  akan menjadi destinasi wisata konvensi atau lebih dikenal MICE (meeting, incentive, conference and exhibition),” katanya.

Bahkan dengan memadukan pengembangan kawasan wisata dan ekonomi kreatif, Ancol masa depan akan menjadi lifestyle centre yang tidak hanya bagi masyarakat Jakarta, tapi juga nasional.

“Kami tengah membangun berbagai fasilitas yang nantinya akan mengubah wajah Ancol Taman Impian menjadi kawasan wisata modern terlengkap dengan mengedepankan konsep ramah lingkungan (green lifestyle),” jelasnya.

Sejarah  Ancol Taman Impian tercatat mempunyai pengalaman panjang dalam melakukan transformasi bisnis sehingga tetap eksis dan terus berkembang. “Pengalaman ini menjadi keunggulan dan daya saing Ancol dalam mengembangkan bussines plan-nya ke depan,” akunya.

PJAA sebagai pengelola telah berhasil melakukan transformasi kawasan ini  dengan baik, mulai dari hanya sebagai tempat hiburan (era Pantai Bina Ria periode 1960-an dan 1970-an) menjadi kawasan wisata dengan  berbagai wahana yang populer di masyarakat (era  Ancol Taman Impian di era 1980-an dan 1990-an), dan kini berkembang dengan fasilitas dan wahana beragam dan berhasil memberikan pengalaman menarik (exciting experience) kepada pengunjung seperti outbond, ecopark, pusat kuliner, termasuk North Art Space (NAS).

Budi menambahkan , “Dengan kawasannya yang luas sekitar 552 ha (terbesar di Asia Tenggara) juga telah memberikan keleluasaan bagi PJAA untuk mengembangkan fasilitas pendukung  di Ancol Taman Impian,” tambahnya.

Keberhasilan manajemennya melakukan kerjasama dengan pelaku industri kreatif, Ancol Taman Impian kini dikenal sebagai kawasan wisata yang kreatif menggelar program yang menarik. Sebut saja misalnya, Ancol berhasil mengangkat NAS sebagai salah satu media bagi para perupa nasional untuk mendapat pengakuan internasional seperti melalui Jakarta Art Award, Ancol Art Festival, serta festival seni rupa berkualitas lainnya.

“Tidak sebatas itu, belum lama ini Ancol juga berhasi merangkul seniman dan pekerja ekonomi kreatif lain  seperti Dynand Fariz, pemrakarsa Jember Fashion Carnaval. Berkolaborasi dengan Dynand Fariz, Ancol sukses menggelar Jember Fashion Festival dan berhasil mendatangkan ratusan ribu pengunjung,” pungkasnya.ichsan