LENSAINDONESIA.COM: Pesatnya laju perkembangan teknologi seperti internet dan situs jejaring sosial dimanfaatkan masyarakat untuk menikmati belanja online. Namun perlu diperhatikan, menikmati belanja online tidak menjamin pelanggan merasa puas.

Berniaga secara online juga memberikan dampak kekecewaan dari pelanggan itu sendiri. Misalnya, produk yang dibeli tidak memiliki mutu dan kualitas seperti yang dijajakan para pebisnis online.

Alhasil, pelanggan harus menerima kondisi barangnya dengan lapang dada. Ipung, salah satu penikmat belanja online, mengaku berulag kali mengalami kekecewaan dari barang yang sudah dibelinya. Baginya, ragam harga yang ditawarkan di situs jejaring sosial tersebut tidak menjamin kualitas.

“Barangnya memang datang mas dan sesuai pesanan tapi kualitas dan mutunya ternyata kurang bagus dan mengecewakan akhirnya tidak terpakai. Jangan tertipu mas sama harga yang murah ataupun mahal apalagi kalau barang elektronik,” ungkap Ipung, Sabtu (7/1/2012).

Kendati demikian, Ia mengaku tidak kapok untuk menikmati barang belanjaan yang ditawarkan melalui situs jejaring sosial itu. Seperti denan melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi.

“Biasanya kan bisnis online mencantumkan nomor telepon, dari situ saya tanya kepastian dan jaminan kalau barang yang saya pesan itu dijamin bagus,” jelasnya.

Sementara, Nada, salah seorang pelaku bisnis online, mengaku, tidak semua pengusaha online memberikan kualitas barang yang buruk. Perkembangan bisnis online juga sudah memberikan jaminan barang kembali jika kualitasnya tidak sesuai dengan pesanan.

“Kami juga menjamin barang kembali kalau ternyata pelanggan kecewa,” tambahnya. *panji