LENSAINDONESIA.COM: Kepergian sastrawan senior Surabaya Lan Fang sangat dirasakan sejumlah kalangan masyarakat. Mulai dari kalangan sastrawan dan seniman, politisi, pengusaha bahkan masyarakat umum juga turut merasakan kepergian Lan Fang.

Agar karyanya terus dikenang di seluruh lapisan masyarakat, para sahabat Lan Fang bersama- sama menggelar pembacaan puisi. Rangkaian dari pembacaan puisi Lan Fang tersebut merupakan rangkaian dari festival Lan Fang.

Minggu 8 Januari 2012, di rumah dr Ananto, Jl Trunojoyo 63 Surabaya, para sahabat Lan Fang menggelar pembacaan puisi bersama. Halaman rumah yang biasanya menjadi markas Bidadari (Pusat Deteksi Dini & Diagnostik Kanker) itu disulap menjadi panggung terbuka.

Deretan kursi yang sediakan panitia tidak cukup untuk menampung sahabat-sahabat Lan Fang yang datang mengikuti jalannya acara ini. Tampak di situ politisi PDI P Eva Kusuma Sundari (anggota DPR RI), perwakilan dari INTI (Indonesia Tionghoa), Rachel Kamillia (Konjen AS), Christine Chandra (pengusaha).

Tak luput juga para sastrawan dan seniman, baik junior maupun senior. Ada Akhudiat, Dukut Imam Widodo, Umar Fauzi Ballah, Heti Palestina Yunani. Acara dipandu oleh penulis produktif, Wina Bojonegoro.

Satu per satu sahabat Lan Fang maju ke panggung untuk membacakan puisi yang sangat menggugah hati sang pembaca. Beberapa di antara para sahabat juga kerap mengutarakan kesan tentang lika liku kehidupan Lan Fang.

Rindu kami pada kalian
Rindu pohon randu
Dihinggapi burung perindu
Selalu menghijau

Demikian petikan salah satu puisi, Akhudiat, khusus dibuat untuk Lan Fang. “Kami semua kehilangan Lan Fang,” tutur Akhudiat singkat.

Dalam mengenak jasa-jasa dan karya satra Lan Fang tersebut, pengurus INTI sepakat akan mengurus seluruh biaya hidup dan sekolah dari tiga anak Lan Fang. “Lan Fang seharusnya dilantik menjadi salah satu wakil ketua INTI Jatim. Namun sebelum dilantik, dia telah meninggal. Kami di INTI sangat merasa kehilangan. Sebab, Lan Fang sangat ringan tangan dan selalu membantu kegiatan INTI,” salah seorang pengurus INTI.

Sekadar diketahui, Lan Fang meninggal karena kanker hati dan sempat dirawat di RSK St. Vicentius A Paulo (RKZ) dan RS Adi Husaha. Terakhir, dia dirawat di RS Mount Elizabeth Singapura dan menghembuskan nafas terakhir, Minggu siang (25/12/2011). Panji