LENSAINDONESIA.COM : Mobil karya Siswa SMKN2, Kiat Esemka menjadi perbincangan masyarakat seluruh penjuru tanah air ditengah industri mobil nasional mengalami keterpurukan. Sejatinya, Esemka bukanlah mobil pertama yang berhasil diciptakan oleh anak-anak muda Indonesia.

Beberapa mobil nasional yang menjadi pendahulu Kiat Esemka diantaranya, Komodo, Tawon, GEA, Marlip, Maleo, Wakaba, Timor dan Esemka Digdaya, Namun, sayang mobil-mobil karya anak bangsa ini tidak mendapatkan perhatian lebih, termasuk oleh pemerintah sendiri.

Lebih miris, mereka sekalipun tidak dapat tempat khusus dalam setiap ajang pameran otomotif terbesar di tanah air, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011 lalu. Mereka hanya menempati stand kecil di pojokan. Akankah Kiat Esemka bernasib seperti Mobnas  yang lain?

Sektor otomotif memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Saat krisis global melanda pada 2008-2009, pasar industri otomotif dan komponennya tumbuh positif di saat beberapa industri manufaktur melambat.

Sejak semester II 2009 industri otomotif nasional mulai bergairah setelah terkena dampak krisis ekonomi global 2008 yang membuat penjualan 2009 turun 20%.

Penjualan otomotif 2010 dapat dipastikan akan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sampai dengan Oktober 2010 saja, penjualan mobil telah mencapai 625.000 unit, melewati rekor sebelumnya di 2008 yang mencapai 603.000 unit.

Perkembangan dan kemajuan industri otomotif Indonesia dalam beberapa tahun ke depan bakal menjadi yang terbesar di Asia, bahkan dunia . Hanya saja, sampai saat ini industri otomotif (mobil) tanah air tidak pernah menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dilihat catatan sejarahnya, Indonesia memiliki mobil nasional yang sukses sebentar di pasaran. Ada kurang lebih Sepuluh mobil nasional (plus Esemka Rajawali) yang pernah dikembangkan. Dari belasan mobil nasional yang ‘kembang-kempis’ itu memiliki catatan sejarahnya masing-masing,

Berikut sejarah pengembangan mobil nasional Indonesia :

MARLIP

Mobil listrik yang dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan dipasarkan PT. Marlip Indo Mandiri. Mobil ini digunakan untuk mobil golf, pasien, mobil keamanan. Marlip juga punya varian mobil empat penumpang dengan kecepatan mencapai 50 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 120km. Harga Marlip berkisar antara Rp. 60 sampai Rp. 80 juta.

MALEO
Mobil yang mulai dikembangkan pada 1993.  Saat itu, pemerintah mulai berpikir tentang mobil nasional. IPTN sebagai instansi yang ditunjuk, bekerjasama dengan Rover, Inggris dan Millard Design Australia. Sampai pada 1997, IPTN sukses membuat 11 rancangan mobil yang isimewa. Namun karena reformasi 1998, proyek tersebut menjadi sia-sia.

GEA
Adalah proyek mobil nasional hasil riset PT. INKA (Industri Kereta Api) dengan mesin Rusnas (Riset Unggulan Strategis Nasional), yaitu mesin berkapastias 640cc. Bertujuan memberikan alternatif mobil kecil menghadapi krisis energi. Dilepas dengan harga antara 45 -50 juta rupiah, sudah diuji coba hingga 10.000 km dan kecepatan maksimalnya 90 km/jam. Mobil ini sudah sampai tahap uji coba produksi.

KANCIL
Singkatan dari (Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) merupakan merek dagang terdaftar dari sebuah kendaraan angkutan bermotor roda empat yang didisain, diproduksi dan dipasarkan oleh PT. KANCIL (singkatan dari Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari).

Mobil yang disiapkan untuk menjadi pengganti Bajaj/bemo ini menggunakan mesin 250 cc yang mampu melaju hingga 70 km/jam

TAWON
Adalah mobil nasional yang paling siap dipasarkan.  Mobil ini diproyeksikan menjadi pengganti Bajaj. Diproduksi oleh PT Super Gasindo Indonesia Jaya (GIJ). Mobil ini menggunakan bahan bakar gas juga bisa diisi bensin mempunyai kapasitas mesin 650cc.

Tawon mampu menembus kecepatan 100 km/jam dengan banderol Rp. 48 juta on the road. Salah satu desainer CN-250 Gatotkaca Ibnu Susilo menjadi Head Designer Maleo mengeluarkan desain Komodo.

KOMODO
Mobil offroad asli Indonesian. Mobil kecil tapi dapat melintasi hutan sejauh 100 km dalam 6-7 jam dengan konsumsi bahan bakar hanya 5 liter. Komodo punya fitur self-recovery yang membuatnya tidak bisa terguling.

TIMOR
Adalah Teknologi Industri Mobil Rakyat. Timor pernah naik daun di era 90 an yang diproduksi PT Timor Putra Nasional milik Tommy Soeharto, anak dari mantan presiden Soeharto.Mobil ini dimaksudkan sebagai mobil nasional Indonesia, seperti Proton di negara Malaysia.

Karenanya, mobil merek Timor dibebaskan dari pajak-pajak dan bea lainnya yang biasa dikenakan pada mobil-mobil lain yang dijual di Indonesia. Setelah krisis ekonomi Asia yang menyebabkan Kia Motors pada tahun 1997 bangkrut (pada tahun 1998 dibeli oleh Hyundai), dan keruntuhan rezim Soeharto, maka proyek Timor juga ditutup.

Bersamaan dengan Timor, hadir Bimantara dengan produknya Bimantara Cakra.Sebuah proyek mobil nasional yang digalang oleh keluarga Cendana. Bila Timor disokong oleh Tommy, Bimantara dibangun oleh Bambang Trihatmojo.Tapi bila Timor menggandeng KIA sebagai partner, Bimantara memilih untuk menggandeng Hyundai. Tapi karena krisis, Bimantara pun ikut tenggelam.

WAKABA
Wakaba berasal dari singkatan Wahana Karya Anak Bangsa adalah mobil buatan Jawa Barat yang didukung oleh mesin berkapasitas 500 cc, 4 tak, 2 silinder, yang diklaim tetap bertenaga untuk digunakan pada medan seperti pedesaan yang penuh dengan bukit dan pegunungan.

Dengan dimensi panjang 3.300 mm, serta lebar 1.500 mm, dan tinggi 1.820 mm, Wakaba siap memenuhi kebutuhan transportasi pedesaan yang selama ini masih jarang tersentuh secara khusus sektor transportasinya.

ARINA
Arina merupakan mobil mungil buatan Semarang. Mobil ini berawal Universitas Negeri Semarang yang didanai oleh Departemen Perindustrian. Mobil Arina ini menggunakan mesin sepeda motor dengan kapasitas mesin 150 cc, 200 cc, dan 250 cc.Perancang mobil adalah seorang dosen jurusan Teknik Mesin Unnes bernama Widya Aryadi.

NURI

Nuri merupakan saudara Tawon yang juga diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya. Mobil ini menggunakan mesin 800 cc. Mobil ini memiliki model hatchback yang mampu membuatnya lincah bermanuver.BoneoMobil ini merupakan mobil buatan PT Boneo Daya Utama dan masih dalam tahap purwarupa.

Modelnya ada dua yakni city car dan pikap dengan mesin V-Twin berkapasitas 653 cc yang mampu mengeluarkan tenaga 15,3 kW dan torsi 44,3 Nm

Esemka Digdaya
Adalah proyek mobil nasional yang dikerjakan oleh siswa SMK 1 Singosari Malang. Mobil double kabin ini memiliki mesin 1.500 cc eks Timor. Biaya yang dhabiskan Rp. 175 juta.

Senada dengan Esemka Digdaya, Esemka Rajawali bergenre SUV dengan mesin 1.500 cc milik Timor. Mobil ini dibandrol sebesar Rp. 75 juta dengan semua fitur-fitur layaknya mobil Jepang.@ian