LENSAINDONESIA.COM : Polres Langkat, Sumatera Utara mengamankan dua orang yang mengantongi senjata api (senpi).  Kedua orang itu adalah  W (33) seorang petani di Sungai Raya, Aceh Timur dan SA (39) warga Nur Salam, Aceh timur.

Keduanya ditangkap saat Polres Langkat melakukan razia lalu lintas di jalur lintas Sumatera, Sabtu (7/1) kemarin. Dari tangan W, petugas mengamankan sepucuk pistol jenis FN Tangfoglio buatan Italia. Sedangkan dari tersangka SA, petugas menyita pistol berjenis FN.

“Mereka ditangkap saat petugas melakukan razia dalam rangka mengantisipasi kasus-kasus di Aceh. Tersangka dibekuk saat mengendarai mobil Daihatsu Xenia Silver BK 1661 KG. di daerah Pasar Empat Kecamatan Hinai, Langkat. Saat diperiksa, dan digeledah polisi menemukan 2 senpi,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Senin (9/1/2012).

Berdasarkan keterangan tersangka, mereka membeli senjata api itu dari salah satu daerah di pinggiran kota Medan lantaran mendapat pesanan dari seorang tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di Aceh Timur.

Menurut Saud, dua tersangka tersebut adalah kurir yang bertugas mengambil barang (senjata). Sebab dari ketaranganya, tersangka mengaku tidak mengetahui harga dua senjata api itu.

“Ini masih dalam pengembangan kita. Dari hasil pemeriksaan, mereka ini sebatas membeli senjata api di daerah Medan, kemudian dia akan pulang ke Aceh. Keterlibatan pihak lain, belum kita temukan dan yang bersangkutan ditahan di Polda Sumut. Ini akan dikembangkan bersama Polda Aceh,” jelas Kadiv Humas Mabes Polri yang enggen menyebut nama seorang DPO yang diduga sebagai ‘otak’ jual beli senjata itu.

Disinggung apakah pembelian senjata tersebut terkait dengan kasus sejumlah peritiwa penembakan  yang belakangan ini terjadi di Aceh, Saud mengaskan bahwapihaknya sementara ini masih terus melakukan pengembangan.

“Sementara penangkapan dua orang bersenjata itu murni karena transaksi jual beli senjata api. Kami belum menemukan  indikasi berkaitan dengan sejumlah peristiwa penembakan di Aceh. Hasil pemeriksaan belum ada kaitan dengan penembakan di Aceh. Karena yang memesan pun masih DPO,” tandasnya.@rama