LENSAINDONESIA.COM : Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta menyebut, mobil buah karya  Siswa SMKN 2 Surakarta, Kiat Esemka adalah momentum bangkitnya industri mobil nasional. Gusti pun meyakini, mobil itu bisa menjadi mobil nasioanal.

“Saya sangat bangga dengan presetasi siswa-siswa SMK itu. Saya mendukung mobil itu bisa menjadi mobil nasional. Mobil Kiat Esemka adalah kabar gembira yang membuktikan bahwa kita memiliki potensi technopreneurship yang luar biasa, bahkan dari usia yang sangat dini sekalipun,”kata Gusti di Jakarta, Senin (9/1).

Kiat Esemka merupakan mobil Sport Utility Vehicle (SUV) yang menggunakan 80 persen komponen lokal. Daya saing mobil karya SiswaSMKN 2 Surakarta semakin tinggi dengan mesin KIA berkapasitas 1.500 cc empat silinder plus sistem bahan bakar injeksi. Mesin ini mampu memproduksi 105 tenaga kuda pada putaran mesin 5.500 rpm.

Keunggulan yang dimiliki Kiat Esemka membuat mobil ini sangat diminati. Terbukti, saat ini ratusan pemesan telah membajiri dalam waktu kurang dari sepekan.“ Insya allah kalau ada rejeki lebih saya juga akan memesan mobil itu,” kata Menristek kepada wartawan.

Doktor lulusan Universitas Wageningen, Belanda ini memastikan, berawal dari karya SMKN2 Surakarta itu, bibit-bibit baru generasi ‘Technopreneurship’ Indonesia akan terus bermunculan dan bertambah banyak lagi. Selain Kiat Esemka, tambah Gusti, bangsa Indonesia sebenarnya bisa mempopulerkan produk-produk berteknologi tinggi lain yang ramah lingkungan seperti GEA (GEA adalah merek mobil Indonesia yang dibuat oleh PT Industri Kereta Api, peasawat dan motor.

“Tidak menutup kemungkinan, generasi muda kita nantinya bisa melahirkan produk teknologi ramah lingkungan yang lain seperti motor dan pesawat,” tandasnya mengulang. “Kami siapkan tenaga ahlinya agar teknologi mobil Kiat Esemka terus dikembangkan. Selain lebih canggih juga harus ramah lingkungan,”tambah Gusti.

Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup ini mengemukakan, selama ini Kemenristek bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah mengembangkan teknologi yang dipersiapkan untuk kebutuhan masyarakat dalam negeri, salah satunya adalah Bus angkut kayarawan.

“BTTP sudah bikin bus angkut karyawan yang ramah lingkungan. Dan teknologi yang ramah linkungan banyak lagi yang akan dikembangkan,”ujarnya sambil menginformasikan bahwa pihaknya akan mengembangkan  Bus itu sebagai langkah mengurangi dampak polusi akibat populasi kendaraan bermotor yang semakin banyak, serta untuk mengetasi kemacetan di perkotaan.

“Teknologi lain yang nantinya akan dikembangkan untuk kebutuhan masyarakat dalam negeri yakni Pesawat N 219,”ujar Pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan 59 tahun lalu itu.@ari