LENSAINDONESIA.COM: Komisi III DPR RI akan datang ke Aceh untuk menyelediki gangguan keamanan yang akhir -akhir ini marak terjadi menjelang pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada)di Provinsi itu. “Besok kita kesana (Aceh).Kita akan bertemu dengan masyarakat, instansi-instansi agar ada gambaran (keterangan) yang utuh terkait konflik yang terjadi,” kata Martin Hutabarat,Anggota Komisi III DPR RI di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat No 6 Jakarta, Selasa (10/1).

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, kasus gangguan keamanan di Aceh adalah persoalan yang sangat serius yang harus segera mungkin dapat diselesaikan. Apalagi, kondisi di daerah itu semakin mencekam setelah terjadi rentetan penembakan sejak akhir Desember 2011.

Demi pemulihan keamanan Acah, kata Martin, Komisi III memilih membatalkan kunjungan ke Bima, NTB. “Kita sebenarnya Rabu besok kita mau ke Bima, tapi karena ada masalah Aceh yang lebih penting, maka kita tunda ke Bima. Kita ke Aceh dulu baru setelah itu ke Bima,” lanjut Martin.

Dalam penyelesaian konflik di ‘Serambi Mekah’ ini, Komisi III akan membangun kolaborasi dengan Komnas HAM. Menurutnya, Komnas HAM sering melakukan temuan dan rekomendasi, tapi tidak dijalankan. Selain itu, kalau DPR yang datang ke daerah lebih sulit dikernakan pengamanan yang berlapis, jadi masyarakat takut untuk dimintai keterangan secara langsung. “Beda dengan Komnas HAM yang lebih bisa masuk,” kata Martin.

“Kami dorong kepolisian untuk selalu bertindak cepat. Jangn dikasi celah sedikitpun kepada pelaku yang tidak bertanggung jawab,”tegasnya.@Hairul Faisal