LENSAINDONESIA.COM : Wabah virus H5N1 atau yang dikenal dengan flu burung mengancam warga Jakarta. Di awal tahun 2012 ini, seorang pasien bernama Puguh, warga Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara dinyatakan tewas akibat virus berbahaya ini.

Menurut keterangan sejumlah warga setempat, Puguh mengalami demam tinggi. Kondisinya semakin memburuk ketika sejumlah rumah sakit menolak memberikan perawatan. Warga Sunter Agung itu pun akirnnya meningal dunia.

Pasca meninggalnya Puguh, saat ini 10 orang lainya dinyatakan suspek flu burung. Agar virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia itu tidak mewabah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung mengklaim telah melakukan investigasi.

“Dinas Kesehatan serta Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, segera melakukan koordinasi. Secepatya mengevaluasi secara menyeluruh dan mengintensifkan pemantauan unggas di pemukiman. Agar penyebarluasan virus flu burung di seluruh wilayah DKI Jakarta dapat dicegah,”kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balai Kota, Senin (9/1).

Menurut Fauzi Bowo, sampling 10 pasien yang diindikasi suspek flu burung langsung diambil Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Litbang Kemenkes untuk diteliti lebih lanjut. “Pementauan warga sekitar rumah pasein juga dilakukan untuk mempercepat deteksi bila ditemukan pasien lain,” ujar Gubernur yang populer dengan pangilan Foke itu.

“Saya mengimbau  agar semua pihak tidak lengah mengantisipasi adanya kemungkinan penyebaran virus flu burung. Pemerintah akan tentu akan lebih fokus lagi. Bukan sekedar mengkaji tetapi juga melakukan langkah-langkah pengamanan terhadap penduduk yang ada di sekitar,”tegas Foke yang juga memerintahkan Dinas Kesehatan mensweeping unggas di seluruh wilayah DKI Jakarta.rid