LENSAINDONESIA.COM: Pasca Tahun Baru 2012, penyaluran BBM dan LPG di wilayah Region V Jawa Timur berada pada level stabil dan terpenuhi. Mulai dari solar bersubsidi misalnya mencapai 94,1 persen per hari dari stok normal.

Berdasarkan rilis Pertamina Divre V Jatim kepada LICOM menyebutkan, dari jumlah rata-rata 5.047 kiloliter (KL) per hari sejak (22/12 hingga 7/01) kemarin, Pertamina Pemasaran Jatim-Balinus menurun dari hari normal sekitar 5.364 KL per hari.

External Relation PT Pertamina Region V Jatim, Eviyanti Rofraida menyatakan, meskipun realisasi penyaluran solar relatif turun di bawah level normal, Pertamina Divre V Jatim-Balinus relatif stabil pada asumsi sebelumnya sekitar 4.847 KL per hari.

“Jika dibandingkan pada premium mencapai 10.229 KL per hari atau 104.6 persen dari hari biasa sebesar 9.775 KL per hari. Distribusi Jatim meningkat level 102, 8 persen dari hari normal sekitar 10.052 KL per harinya,” katanya.

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk konsumsi avtur Bandara Juanda-Surabaya rata-rata mencapai 762 KL per hari sekitar 101, 6 persen dari stok normal 750 KL per hari.

“Konsumsi Avtur masih berada di level 96.8 persen dari estimasi awal yang mencapai 78.78 KL per hari. Kendati demikian, penyaluran LPG PSO dan non PSO di Jawa Timur, justru mengalami penurunan dibandingkan pada kondisi normal,” ujarnya.

Kisaran penurunan tersebut, sambung Eviyanti, mencapai 2.499 metrik ton (MT) per hari atau 95.7% dari konsumsi normal sebesar 2.610 MT per hari.

Sampai berita ini ditayangkan, stok BBM dan LPG di Jatim masih tergolong aman dan terkendali, dimana stok tersebut terbagi di 6 wilayah diantaranya, terminal BBM Surabaya Group, Tuban, Malang, Madiun, Tanjung Wangi, dan Camplong.

Begitu juga stok LPG yang berada di LPG Filling Plant Perak dan Depot LPG Gresik. Stock secara kontinyu akan terus dipertahankan di level aman, dari Kilang Refinery Unit IV Cilacap, Refinery Unit V Balikpapan, dan impor via Terminal BBM Tuban.jefrey