Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Ratusan Kepala Sekolah se-Kabupaten Ponorogo Geruduk Polres dan Rumah LSM 

LENSAINDONESIA.COM: Ratusan Kepala sekolah se-Kabupaten Ponorogo, Rabu (11/1) pagi menggeruduk Mapolres Ponorogo. Mereka merasa gerah dengan ulah beberapa oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang sering berbuat ulah di lingkungan pendidikan sekolah dasar (SD) terkait dana alokasi khusus (DAK).

Mereka juga kecewa dengan sikap kepolisian yang masih mengusut kasus itu dengan terus memanggil penerima dana, gara-gara desakan sejumlah oknum LSM.

“Hari ini kami yang tergabung dalam  Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), menyampaikan surat permohonan dan pernyataan sikap. Terus terang kami sangat resah dan teraniaya. Untuk itu kami memohon agar penyidikan kasus ini dihentikan,” kata Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH)  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ponorogo Thohari yang mendampingi para Kepala sekolah, Rabu (11/1).

Menurut Thohari, kasus DAK 2008 yang dipermasalahkan Polisi dan LSM itu diperuntukkan sebagai subsidi rehabilitasi,dan pengelolaannya sudah sesuai dengan surat pemberitahuan dan petunjuk teknis pengguna subsidi. Bahkan Inspektorat Kabupaten Ponorogo pun juga menyatakan sudah tidak ada masalah.

Dalam surat pernyataan, para Kepala Sekolah mereka juga mengancam, apabila sikap polisi masih sama saja, mereka akan melakukan demo lebih besar lagi. Bahkan bisa saja melakukan aksi mogok kerja sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Sementara itu Thohari juga menambahkan oknum LSM nakal ini juga beberapa kali mendatangi Sekolah-sekolah penerima DAK swakelola untuk menawarkan buku LKS, akan tetapi karena buku tersebut tidak memenuhi “standart” maka para kepala sekolah tidak ada yang mau menggunakannya.

“Hal itulah yang membuat kami kecewa dan melatarbelakangi salah  oknum LSM memberikan manuver berkaitan dengan DAK Swakelola yang sebenarnya sudah dianggap selesai dan tidak ada permasalahan  oleh pihak yang berwenang,” ungkapnya kepada LICOM.

Baca Juga:  Ratusan Massa tuntut “penghinaan Nabi” di DPRD Kota Bekasi, PKS janji teruskan ke DPR RI

Setelah melakukan aksi solidaritas di Mapolres Ponorogo para Kepala Sekolah, kembali melakukan aksinya menuju Rumah Salah LSM yang diketahui bernama Mendung Seto yang beralamatkan di Kelurahan Mangunsuman Kecamatan Siman yang dinilai sering meresahkan di lingkungan pendidikan. Namun saat tiba di rumah Mendung Seto, para kepala sekolah harus gigit jari sebab orang yang dicari tidak ada di rumah.

Karena merasa kecewa para kepala sekolah mencemooh Mendung Seto ,dengan mengatakan karena rumahnya belum ada pagarnya. “Mungkin jualan buku dengan cara memaksa agar uangnya bisa untuk membuat pagar,” cetus salah satu kepala sekolah.

Para kepala sekolah yang lain pun langsung memberikan sahutan enaknya. “Kita kumpulkan uang bersama untuk menyumbang Mendung Seto membuat pagar,” paparnya.

Setelah menunggu hampir satu jam, orang yang dicari ternyata tidak nongol juga, dan mereka terpaksa meninggalkan rumah Mendung Seto.arso