LENSAINDONESIA.COM : Mata rantai sejarah adalah mata rantai perjalanan manusia-manusia pilihan. Rekam jejak mereka itu menjadi untaian prestasi yang bukan saja dibanggakan, tetapi dijadikan referensi. Karena merekalah generasi terbaik umat Islam bahkan yang terbaik dari generasi umat manusia yang pernah ada.

Sejarah memilihnya tidak dengan gratis. Tetapi buah perjuangan yang gigih yang memprosesnya menjadi manusia-manusia pilihan itu. Yaitu proses perjuangan pendidikan (tarbiyah) yang tulus dan totalitas.

Karena hitam putihnya manusia adalah buah dari pendidikan yang menempa dan membentuknya. Tarbiyah yang totalitas, tulus, dan gigih itulah yang dilakukan oleh sang uswatun hasanah, Rasulullah SAW untuk membentuk pribadi-pribadi terbaik yang dijamin masuk Surga itu. Tarbiyah rabbaniyah yang memadukan antara pengajaran dan peneladanan.

Buku Sistem Pendidikan Islam yang ditulis oleh Ust. Suroso Abdussalam ini mendeskripsikan sosok guru dengan peneladanan yang diberikan Nabi Muhammad SAW.

Guru bukan hanya pengajar teori-teori, ilmu, maupun kemuliaan-kemuliaan akhlak, tapi sebagai pelaku utama dari ajaran yang ditanamkannya kepada segenap anak didik.

Dia bukan sekedar sosok penyampai informasi, melainkan pribadi yang telah menanamkan keilmuan dan ajaran kepada jiwa dan pikiran, sehingga menjadi warna dirinya yang tampak nyata dalam prilakunya.

Diunggah :ian