LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah sedang memetakan stok dan persediaan gula rafinasi di masing-masing produsen maupun pelaku usaha untuk mengantisipasi daerah yang belum di pasok. Namun demikian, sekitar 100 ribu ton dalam dua minggu terakhir sudah dipasok ke pasaran.

“Namun yang harus kita pastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir bahwa di tempat kita ini masih cukuplah. Jadi, walaupun tadi mengalir ke luar Pulau Jawa, tapi itu memang semata-mata untuk menutup kekuarangan di tempat-tempat atau daerah-daerah yang sebelumnya memang banyak mengkonsumsi gula rafinasi,” kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Gunaryo, ketika ditemui LICOM usai Shalat Jumat di Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jakarta, Jumat (13/1/2012).

Meski demikian, menurutnya, belum diputuskan apakah perlu atau tidaknya impor gula rafinasi dilakukan. “Namun, kalau dirasakan kurang dan diperlukan importasi itu akan dipertimbangkan,” jelas Gunaryo.

Tentang anomali cuaca yang berkaitan dengan dengan delivery (distribusi) gula, menurutnya, belum terlihat adanya gangguan. “Tapi yang kita antisipasi adalah bagaimana pergerakan dari daerah satu ke daerah lain, terutama yang menggunakan transportasi laut,” tandasnya.

Dengan demikian, pemerintah terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan gula rafinasi untuk kebutuhan industri makanan dan minuman (mamin). Kementerian Perdagangan juga melakukan audit penggunaan gula rafinasi oleh industri mamin guna memastikan apakah produki gula rafinasi sekarang berlebih atau tidak. Pasalnya, jika berlebihan dipastikan potensi membanjiri pasar eceran akan tetap terjadi. *hidayat