LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 203 wayang potehi dipamerkan untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek oleh sebagian besar warga Tionghoa yang berlangsung di Hotel Majapahit, Surabaya, Jumat (13/1/2012).

Gagasan perayan Imlek tersebut dari Komunitas Lintas Agama Mojokerto. Potehi sendiri diartikan dari kata pou (kain) te (kantong) hi (wayang). Dimana wayang Potehi disebut juga wayang boneka ciri khas Tionghoa berasal dari negeri Cina bagian Selatan.

Pemilik group wayang Potehi, Toni Harsono mengatakan, kesenian adat tradisi bangsa Cina ini sudah ada sejak 320 Masehi. Sejalan dengan keberadaanya, wayang boneka tersebut dibawa saudagar-saudagar Cina ke Indonesia.

“Sekitar 150 tahunan, wayang boneka Potehi mengelilingi nusantara. Yang sekaligus menjadi salah satu jenis kesenian tradisional Indonesia. Dengan diiringi 5 alat musik khas Cina bernama erl hu, yana, tambur, twalo dan dongko (gong kecil) serta yang cing,” ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ini koleksi wayang boneka Potehi miliknya sudah mencapai 2000 buah. Untuk memainkan pertunjukan wayang potehi sendiri sekitar 70 karakter dalam satu permainan dan berdurasi 1 jam.

Sementara, Humas Komunitas Lintas Agama Mojokerto, Novi Raharjo, kepada LICOM mengatakan, dengan adanya kegiatan seni budaya seperti wayang Potehi, juga sekaligus sebagai sarana persatuan dan kesatuan umat beragama.

“Tema wayang Potehi sendiri mengambil tema Majapahit dengan lakon “Gajamada Mempersatukan Nusantara” dan bertindak sebagai pendekar bernama Kwee Cu Gie dengan rekan pendukung sebanyak 12 orang mulai dalang hingga pengrajin,” pungkasnya. *jefry