Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Curi Motor Orang, Kernet AKAP Diringkus 

LENSAINDONESIA.COM: Profesi menjadi kernet rupanya tidak membuat SL bersyukur. Pria (44) asal Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ini mencoba-coba nyambi profesi lain. Sayang, ia memilih menjajal menjadi pencuri kendaraan bermotor yang justru kini membuatnya harus jadi pesakitan dengan status tersangka curanmor di Mapolsek Kartoharjo, Kota Madiun.

SL yang mengaku baru pertama kali mencuri motor ini ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Kartoharjo satu pekan lalu setelah dilakukan penyelidikan selama sekitar enam bulan lebih. Kejadiannya sendiri terjadi pada 29 Juni 2011, yaitu saat tersangka berencana membeli tahu untuk keluarganya di pasar penampungan Madiun.

“Pencurian terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Tersangka dating dengan sepeda pancal yang dititipkan ke parkiran. Lalu mungkin dia melihat sepeda motor Honda Supra Fit milik pelapor Saudari Tri Wahyu Handayani yaitu bernopol AE
7063 T yang kunci kontaknya masih menggantung. Langsung dibawa kabur ke rumahnya,” ujar Kapolsek Kartoharjo Kompol Hendy Kurniawan, kemarin.

Lalu, lanjut Hendy, setelah sepeda motor dibawa pulang, tersangka kembali ke pasar untuk mengambil sepeda pancalnya. Kemudian, beberapa hari berselang sepeda motor ditawarkan kepada seseorang bernama DD. Oleh DD,
motor dijual dengan harga Rp800 ribu kepada RN. Oleh RN yang saat ini masih terus dikejar, sepeda motor disimpan di rumah istrinya di Bojonegoro.

“Anggota bisa melidik dan barang bukti disita. Para penadah masih diburu,” ungkap Hendy.

Kepada wartawan, SL mengaku baru pertama kali melakukan pencurian sepeda motor. Ia mengaku tergoda mencuri motor karena kunci kontak motor masih menggantung. Apalagi, ia juga sedang membutuhkan uang pasca operasi salah satu anggota keluarganya. SL mengaku uang yang didapatkannya sebagai kernet salah satu armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) berute Surabaya-Jakarta tidak cukup untuk membiayai kebutuhan hidupnya.

Baca Juga:  APBD Kota Depok tidak ada jaminan bersih dari penyimpangan, FWJ desak BPK transparan

“Tadinya saya cuma mau membeli tahu buat lauk orang rumah, tapi ada motor yang kuncinya *nggletek*. Makanya saya ambil untuk saya jual,” akunya.

Setelah berhasil membawa pulang, sepeda motor sengaja disimpannya di rumah. Setelah beberapa hari dan merasa aman, katanya, baru ia tawarkan kepada DD, seorang tetangga yang biasa membeli sepeda motor.

“Saya jual ke DD karena biasa beli motor seperti ini (curian),” ungkapnya.

Saat ini, SL menjadi tahanan Polsek Kartoharjo, Polres Madiun Kota. Ia dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian. Sanksi berupa hukuman hingga tujuh tahun penjara menantinya.arso