Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

BPBD Ponorogo Siaga 24 Jam Hadapi 17 Kecamatan yang Rawan Bencana 

LENSAINDONESIA.COM: Walaupun masih ada kesulitan terkait keterbatasan sarana yang ada, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ponorogo siaga 24 jam dalam menghadapi 17 Kecamatan yang diprediksi rawan terjadinya bencana tanah longsor dan banjir.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siswanto mengungkapkan, dari segi kemampuan personil untuk tanggap darurat sementara, sampai saat ini masih mencukupi. Namun untuk sarana dan prasarananya masih jauh dari cukup.

”Secara personel kita siap, namun memang untuk sarana dan prasarana seperti alat berat eskafator di Ponorogo hanya ada dua, itupun sudah tua dan bukan milik BPBD sendiri. Selain itu memang untuk Mobiling kita akui masih belum punya sama sekali apalagi dengan spesifikasi yang memenuhi untuk menempuh medan yang berat,” ungkap Siswanto beberapa waktu lalu.

Diketahui sampai dengan hari ini dari ke 17 titik daerah rawan bencana di Ponorogo, dengan jumlah dan ferekunsih cura hujan yang cukup tinggi saat ini. Kecamatan Ngarayun menrjadi salah satu wilayah yang telah mengalami jumlah frekunsi bencana yang cukup tinggi. Diantaranya kemarin sekitar pukul 18.00 telah terjadi adanya tanah longsor yang mengakibatkan beberapa rumah penduduk rusak cukup parah.

“Yah Kecamatan Ngarayun ini karena sementara ini akibat potensi curah hujan yang cukup tinggi, berdasarkan data kami kondisi tanah yang labil asangat rawan terjadi longsor. Kemarin saja sudar terjadi di beberapa Desa, di antaranya Baosan Kidul, Baosan Lor, Mrayan,” tegasnya.

Namun demikian Siswanto menambahkan, dirinya yakin walaupun dengan keterbatasan sarana yang dihadapi saat ini, BPBD tetap optimis dapat memberikan pelayanan terkait penaggulangan kepada masyarakat dengan optimal apalgi dengan banyaknya relawan yang membantu.

Namun demikian pihaknya berhahap kebutuhan sarana itu harus sedapat mungkin untuk segera dipenuhi, mengingat jumlah curah hujan diprediksikan masih akan terus meningkat. Tentunya hal tersebut akan mengakibatkan kemungkinan potensi bencana dengan skup yang lebih luas.

Baca Juga:  Instansi di Jatim diduga merekomendasi peredaran daging kerbau eks impor dari India

“Kita ready, apalagi banyak relawan baik ada dari Pramuka, PMI, unsure TNI dalam hal ini Kodim. Ya namun demikian curah hujan ini kan masih akan bertambah, ya walaupun bertahap mau tidak mau peralatan harus segera dilengkapi,kita kan berdirinya juga masih baru,” tambahnya.arso