Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Merasa Dikadali LSM, Para Kasek SDN se-Ponorogo Ngotot Bertemu Kapolres 

LENSAINDONESIA.COM: Keresahan Kepala Sekolah Dasar Negeri se Kabupaten Ponorogo yang beberapa waktu lalu mendatangi Mapolres Ponorogo beberapa waktu lalu, belum juga berhenti sampai di sini.

Didampingi Drs Tohari, ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ponorogo, para Kasek SD itu terus diusik soal dana BOS swakelola. Karena itu mereka ngotot bertemu dengan Kapolres.

Sayang, hingga kini mereka belum bisa menemui Kapolres. Bahkan sampai sekarang belum ada jawaban atas tuntutan mereka.

Untuk menyikapi hal tersebut, Tohari langsung mengadakan koordinasi bersama para Kasek yang menurut dia sempat didatangi Mendung Seto, seorang LSM yang sering memaksa para kepala sekolah.

Dalam hal ini Mendung Seto mengatakan bahwa, ”Para Kasek itu mengakui, bahkan bisa dibuktikan dengan adanya surat pengakuan dari para  Kasek, dan surat itu pun telah ditandatangani mereka yang juga dikuatkan dengan stempel,” tegas Mendung

Dijelaskan Mendung, para kasek telah diminta untuk setor kepada koordinator dengan nilai antara Rp 3 juta sampai Rp 5 juta rupiah. Namun hal ini dengan tegas telah dibantah oleh Tohari.

Terkait dengan surat yang telah ditandatangani dan distempel para kasek, Tohari mengatakan, ”Ada bagian yang lowong, setelah distempel ternyata berikutnya ada tambahan,” ucapnya.

Tohari  menambahkan, “Menurut kepala sekolah, semua itu hanya rekayasa Mendung, sehingga mereka merasa dibohongi,” tegasnya.

Sementara Tohari ditemui di gedung PGRI Kabupaten Ponorogo yang berada di Desa Madusari, Kecamatan Siman menegaskan, kalau kasus ini akan dia lanjutkan, dan meminta kepada Kapolres untuk menghentikan penyidikan, karena semua surat pengakuan itu oleh Tohari dianggap hanya rekayasa Mendung.arso

Baca Juga:  Nilai ekspor JAPFA capai Rp 500 miliar lebih di 2019, Mentan: Indonesia pesaing dunia