LENSAINDONESIA.COM: PT Smartfren Telecom Tbk (Perseroan), Rabu (18/1/2012), melakukan RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) yang berlangsung di Kantor Pusat Perseroan, Jl H Agus Salim No. 45, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, sedikitnya 81,87 persen pemegang saham tampak hadir.

Dalam RUPSLB tersebut, para pemegang saham menyetujui untuk melakukan perubahan nilai nominal saham-saham perseroan melalui peningkatan nilai nominal saham perseroan (Reverse Stock Split). Dengan rasio sebesar 20:1, yakni melakukan pembentukan kelas saham baru seri C perseroan dengan nilai nominal Rp 100 per saham serta melakukan peningkatan modal dasar perseroan menjadi Rp 27,77 triliun.

Ketiga hal tersebut merupakan satu kesatuan yang terkait dengan rencana perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) dengan menerbitkan HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu). Tujuan dari PUT II tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan dana segar guna pembayaran utang dan modal kerja serta memperkuat struktur permodalan perseroan.

Sedangkan, untuk Reverse Stock Split dapat dilakukan menarik minat investor pada PUT II. Karena, harga pasar saham perseroan selama satu tahun terakhir berada di harga Rp 50 per saham, yang merupakan harga terendah sesuai dengan peraturan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dengan pelaksanaan Reverse Stock Split, perseroan berharap akan terbentuk harga saham Perseroan yang sesuai dengan mekanisme permintaan dan penawaran di pasar.

Selain ketiga agenda tersebut, para pemegang saham juga menyetujui pelaksanaan restrukturisasi Obligasi Wajib Konversi (OWK) perseroan. Dengan tujuan, untuk meringankan beban bunga perseroan serta menarik minat investor atas opsi OWK yang belum dilaksanakan. *rudi