LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jatim, Soekarwo menyatakan, krisis ekonomi yang terjadi di negara-negara Eropa dan Amerika tidak berpengaruh besar terhadap perekonomian di Jatim. Sebab kawasan Eropa dan Amerika bukan sasaran besar dalam kegiatan ekspor di Jatim.

“Krisis Eropa dan Amerika memang akan berdampak pada perekonomian global karena menjadi salah satu mitra dagang terbesar di Indonesia. Tapi untungnya ini tidak berimbas besar kepada Jatim karena memang pasar Eropa dan Amerika bukan tujuan utama kami,” tegas Soekarwo usai mengikuti acara pemberian penghargaan kepada eksportir Jatim berprestasi, Jumat (20/1/12).

Disebutkan, dalam upaya menopang perekonomian daerah, Jatim memiliki pasar yang cukup besar  di negara Taiwan, China, Korea, Jepang, Singapore dan Amerika Bagian Barat. Disebutkan, khusus untuk kawasan Amerika Barat, Jatim hanya mengekspor bahan baku seperti tembaga karena pabriknya di sana.

Menuruntya, saat ini kondisi perekonomian Jatim khususnya di bidang ekspor sudah berjalan lancar bahkan terjadi perubahan. Ini dibuktikan dengan meningkatkan pertumbuhan ekspor Jatim 2011 yang mencapai 77 persen dari tahun sebelumnya.

“Meskipun ada fluktuasi tapi untuk sektor industri ril di Jatim sangat bagus. Bahkan saya katakan mesin perekonomian di Jatim sudah berjalan, bahkan netto ekspor kami tahun ini Rp 40,5 triliun dan tahun depan kami target Rp 46 triliun. Suasana yang sudah membaik ini jangan terganggu lagi terutama keamanan dan kenyamanannya.” imbuh Karwo.

Seperti yang diberitakan LICOM sebelumnya, Kadin Indonesia mengingatkan agar pemerintah dan dunia usaha untuk mewaspadai kebangkrutan Yunani. Kendati hubungan dagang Indonesia dan Yunani  tidak cukup signifikan, namun dampaknya akan cukup serius bagi negara-negara Zona Euro yang selama ini menjadi salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.

Menurut Anindya Bakrie, krisis ekonomi di negara-negara Eropa dan Amerika sangat berpengaruh terhadap ekonomi global. Target pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2012 yang semula diperkirakan bisa mencapai 4% hanya menjadi 3,8%. Baca juga pemerintah dan dunia usaha waspadai kebangkrutan Yunani

Kondisi ini juga berpengaruh terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dalam asumsi APBN sebesar  6.7%  dalam perkiraan Kadin hanya sekitar 6.2-6.4%. Eropa merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia setelah Cina, Jepang dan AS.panji