LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto mengharapkan pemerintah bisa menangkap dan memanfaatkan peluang ekspor pertanian organik. Hal ini disampaikannya sehubungan dengan adanya respon baik dari Presiden Federal Agency for Food and Agriculture Jerman, Dr. Hanns-Cristoph Eiden pada pertemuannya dengan Menteri Pertanian Suswono di Berlin baru-baru ini.

Peluang ini harus dimanfaaatkan pemerintah untuk menggenjot ekspor produk pertanian. Selain itu, Kementerian Pertanian perlu memperkuat sarana dan prasarana pendukung pertanian organik.

Lebih lanjut politisi PKS ini mengingatkan bahwa program promosi produk organik di luar negeri mesti diiringi dengan peningkatan daya saing produk di dalam negeri.

“Dengan terbukanya peluang ekspor produk organik, maka pemerintah perlu memberikan dukungan kepada para stakholders produk organik termasuk Gapoktan dan Kelompok Tani yang sedang tumbuh di masyarakat,” jelas Hermanto.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No: 273/Kpts/Ot.160/4/2007 Tanggal : 13 April 2007 disebutkan bahwa Kelompoktani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Sedangkan Gabungan kelompoktani (GAPOKTAN) adalah kumpulan beberapa kelompok tani yang bergabung dan bekerja sama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha.

“Dengan demikian posisi Kelompok Tani dan gapoktan ini sangat strategis di dalam mendukung penumbuhan dan pengembangan produk organik secara nasional. Untuk itu, kelembagaannya perlu terus ditumbuhkan dan diperkuat”, jelas Hermanto

Sebagaimana diketahui menurut Data Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian menyebutkan, hingga Agustus 2011 ekspor komoditi pertanian nasional mencapai 25,13 miliar dolar AS, sedangkan impor sebanyak 11,08 miliar dolar AS atau masih surplus 14,05 miliar dolar.  Sedangkan dari segi volume, ekspor komoditi pertanian mencapai 17,3 juta ton dan impor sekitar 15,86 juta ton, sehingga mengalami surplus 1,49 juta ton. Mengenai investasi pada sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan dan subsektor perkebunan, Mentan menyatakan pada tahun lalu mencapai Rp8,3 triliun atau 1,03 miliar dolar AS. Apabila peluang eskpro produk organik ini bisa dioptimalkan, maka akan mampu mengenjot ekspor komoditi pertanian nasional”, pungkasnya.efri