LENSAINDONESIA.COM: Gagalnya pemerintahan di bawah kendali  Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY)-Boediono dalam semua bidang , menuntut perwakilan 400 Mahasiswa dari 21 provinsi dan 128 perguruan tinggi , bertenda selama empat hari di kampus Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel).

Selama empat hari bertenda, mereka malakukan Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Konami) dan menginginkan SBY-Boediono segera sadar bahwa Indonesia di bawah kendalinya tidak ada kemajuan dari semua aspek.

“Dengan cara seperti inilah kami menyelamatakn negara,” jelas Deni, salah satu mahasiswa saat di hubungi LICOM, Sabtu (28/01).

Dalam acara Konami, mereka mengadakan seminar, Jumat ( 27/01) dengan dibantu Misbakhun (PKS), Adhie Massardi, Ratna Sarumpaet, Saurip Kadi, Haris Rusli Moti sebagai pembicara dan Adian Napitupulu sebagai moderator.

Di acara selanjutanya, Sabtu (28/01) mereka melakukan referendum untuk menentukan lanjut tidaknya Pemerintahan SBY-Boediono dengan melakukan pemilu dengan dua pilihan HENTIKAN atau LANJUTKAN.
“Ya dari 400 kawan-kawan mahasiswa sudah melakukan pemilu. Hasilnya, mereka menginginkan SBY Boediono turun”.

Seperti  biasa dalam acara pemilihan umum dilengkapi dengan kertas suara, bilik suara, dan kotak suara. Semua acara ini menghabiskan dana Rp 17 juta. Kegiatan ini masih tercatat paling minim dibandingkan kegiatan-kegiatan sejenis yang pernah atau yang akan dilakukan oleh kelompok mahasiswa lainnya.

Hasil dari Konsolidasi ini akan dilanjutkan secara serentak di berbagai daerah pada bulan Februari dan Maret. ”Kita sudah membentuk sebuah kekuatan dalam acara ini, dan akan melakukan aksi besar besaran dimulai bulan Februari dan Maret,” lanjut Deni.aligarut