LENSAINDONESIA.COM: Pendirian lembaga keuangan mikro ini sebenarnya untuk membantu membangun home industri yang berbasis pertanian. Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU Drs.H. As’ad Said, Senin (30/1).

Dengan begini nantinya ada lembaga mikro keuangan, seperti Syirkah Muawanah atau BPR. “Ini kan jaringan ekonomi sendiri yang membiayai sendiri. Kalau usahanya sudah besar ya ke bank, bukan kewajiban NU lagi. Ini tugas pemerintah,” ujarnya.

Menurut Said, NU memiliki struktural pengurus yang baik, pesantren besar, dan pribadi oke. Tapi kalau sudah berurusan dengan orang luar, NU selalu lemah. “Ya kita harus bekerjasama dengan orang luar, ekonomi itu tak mengenal agama. Tidak menutup kemungkinan kerjasama dengan siapapun. Ini kalau dikaitkan dengan sistem pluralisme kan keberagaman,” ujarnya.

Said menambahkan, pola yang diterapkan NU tidak mengikuti Barat. “Ya Bhinneka Tunggal Ika melalui interaksi sosial, bukan dalam arti akidah. Kan itu sesuai dengan ukhuwah, satu dan bersaudara, cocok dengan ukhuwah wathoniah, melihat orang lain bagian dari kita, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul,” lanjutnya.

Sekarang ini, kata Said, ekonomi sudah memasuki kapitasis murni, bahkan neolib. Pertanyaaanya, kita mau melawan atau berkolaborasi. “Saya tidak melawan atau berkolaborasi, tetapi bagaimana memposisikan ekonomi kita, mau tak mau harus bergaul dengan mereka, tapi tak ikut konsep mereka,” katanya.

Nah, berbicara soal ekonomi yang konkret, supermarket yang ada selama ini merupakan konsep liberal. “Bagaimana mereka menerima produk kita yang merupakan produk dari home industri,” jelasnya.

Kalau kita bicara home industry, tambah Said, kita sebenrnya tidak ngomongi kapasitas lagi. “Buktinya Taiwan bisa, Jepang bisa. Ini artinya akan muncul tenaga kelas menengah. Satu pabrik akan dihidupi banyak pihak, mereka tidak bisa semena-mena. Kita bisa hidup, mereka juga hidup. Karena itulah kita akan membangun home industri,” harapnya.

NU sendiri, menurut Said, harus mengarah ke situ juga. NU kan berbasis pertanian, peternakan dan perikanan laut, untuk ini semua kan perlu finance. “Pendirian lembaga keuangan mikro ini sebenarnya untuk mendukung itu, untuk membantu membangun home industri yang berbasis pertanian,” imbuhnya.dody