LENSAINDONESIA.COM : Kongres Advokat Indonsesia (KAI) prihatin dengan berhembusnya isu negatif jelang pemilihan Ketua Mahkamah Konstitusi. Organisasi para advokad ini menengarai ada orang-orang tertentu yang akan ‘bermain’ dalam proses pemilihan. Dan untuk memuluskan permainannya, pihak itupun akan me penawaran mulai dilancarkan dalam jumlah besar. Nilainya Rp 1 miliar sampai Rp 5 miliar untuk satu suara.

“Kami berharap isu tersebut tidak benar dan tidak akan terjadi dalam pemilihan Ketua MA RI. Ini karena lembaga tersebut merupakan benteng terakhir penegakkan hukum dan keadilan di Indonesia,” kata Wakil Presiden Kongres Advokat Indonesia, Erman Umar kepada LICOM, Selasa (31/1).

Kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam pemilihan Ketua MA, Erman melanjutkan, jangan kotori MA dengan praktek jual beli suara untuk kedudukan Ketua MA yang baru.

“Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, saya harapkan KPK memantau proses pelaksanaan pemilihan Ketua MA tersebut. Jika KPK menemukan bukti adanya praktek suap dalam pemilihan Ketua MA yang baru, KPK harus berani mengusut tuntas siapapun yang terlibat praktek suap tersebut sampai proses pengadilan dan proses pemilihan Calon Ketua MA tersebut harus diulang,”tegas Erman.*ari