LENSAINDONESIA.COM : Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Rajab bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur meluncurkan buku berjudul Integrasi Sinergi, dan Terobosan Pembangunan Daerah.

Buku Integrasi Sinergi dan Terobosan Pembangunan Daerah Ini ditulis oleh Irjen Untung S Rajab bersama akademisi ISEI Cabang Surabaya antara lain, Ignatla Martha, Waslaturrahma, dan Andi Hamzah. Sementara launching sekaligus bedah buku ini digelar di Ballroom Hotel Sultan, Kamis 26 Januari 2012 kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, buku karya alumnus Akpol 1977 tersebut sangat bermanfaat. Sebab, dengan adanya integrasi dan sinergi, akan menciptakan terobosan-terobosan dalam program-program dan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh daerah. Sehingga keberhasilan pembangunan daerah akan bermuara pada pembangunan nasional.

“Wacana yang tertuang dalam buku itu sangat penting sekali. Disitu mengulas secara panjang tentang integrasi dan sinergi pembangunan ekonomi dan non ekonomi, khususnya faktor keamanan dalam menciptakan rasa nyaman dalam berusaha, mengembangkan jejaring sosial, memperkuat nilai-nilai kebudayaan, dan menciptakan kesantunan politik,” Jelas Rikwanto melalui siaran pers, Sabtu (28/1) lalu.

Menyimak tentang latar belakang penulis, Irjen Pol Dr. Drs. H. Untung Suharsono Radjab, S.H., M.Si. lahir di Medan, Sumatera Utara, 8 Oktober 1954, pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur sejak 14 Maret 2011 hingga 6 Juli 2011.

Untung adalah alumnus Akpol 1977 dan salah seorang sedikit polisi intelek yang menyandang gelar doktor. Secara resmi pada 8 Juli 2011, dia menjabat Kapolda Metro Jaya.

Menariknya, meski dilahirkan di Kota Medan, dia justru tumbuh dan besar di Surabaya. Catatan karir kepolisiannya juga banyak dihabiskan di wilayah hukum Polda Jatim. Dia pernah menjadi Kapolres Lumajang, Komandan Provost Polwiltabes Surabaya, Wakapolwiltabes Surabaya, dan juga Kapolwil Besuki. Selain itu, beliau pernah pula berkediaman di Gayungsari, Surabaya.

Sejak mendapat pangkat brigadir jenderal, Untung tercatat pernah memimpin dua polda sebelum naik ke Jatim. Dia pernah ditugasi sebagai Kapolda DI Yogyakarta dan Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pada Oktober 2010, posisinya sebagai orang nomor satu di Polda Kalsel digantikan Brigjen Syafruddin, mantan ajudan Wapres RI dan Wakapolda Sumut. Lepas dari Banjarmasin inilah, dia akhirnya naik sebagai bintang dua dikarenakan mendapat amanah sebagai Widyaiswara Utama (Dosen utama) di Sespim Lemdiklat.

Untung merupakan Kapolda terpendek dalam sejarah Polda Jatim dengan hanya menjabat sekitar 3,5 bulan. Pada tanggal 30 Juni 2011 sesuai dengan Telegram Rahasia (TR) Kapolri, mantan Karo Renmin Bareskrim Polri ini dipindah ke Polda Metro Jaya menggantikan Sutarman yang naik sebagai Kabareskrim. Posisinya di Polda Jatim diisi oleh mantan Kapolda Bali, Irjen Pol Hadiatmoko.*ian