LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 20.000 Pondok Pesantren yang berada di bawah naungan PB Nahdhatul Ulama yang tersebar di seluruh pelosok nusantara akan lebih disosialisasikan mengenai bahaya penyalahggunaan narkoba. Untuk itu Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Gerakan Anti Narkotika (Granat) berkomitmen bahu membahu dalam sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Kami sangat fokus dengan permasalahan penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda, untuk itulah Lembaga Kesehatan NU sejak lama telah memberikan perhatian penuh terhadap kelangsungan generasi bangsa,” kata ketua umum PB NU Said Agil Siradj saat penandatangan kerjasama dengan Granat di Jakarta, Selasa (31/01).

Menurut Said, Aparat kepolisian selama ini ternyata dianggap belum bisa bersungguh-sungguh dalam memerangi narkoba. hal ini dibuktikan dengan maraknya peredaran narkoba di tempat-tempat hiburan yang sampai saat ini tidak tersentuh atau ditangani dengan baik.

“Kami punya visi dan misi yang sama dengan NU dalam melihat meluasnya penggunaan dan peredaran narkoba dikalangan generasi muda, Tercatat sekitar 50 orang meninggal dunia tiap hari karena narkoba, ini membuktikan bahwa negara kita tidak hanya  menjadi negara tujuan peredaran narkoba di dunia tetapi sudah merupakan penghasil (produsen) barang haram itu, ” kata ketua Granat, Hendri Yosodiningrat.

Lebih jauh Hendri memaparkan, Penyalahgunaan narkoba berdampak dengan tingginya angka kriminalitas yang banyak terjadi saat ini diprediksi , “Faktor pemicu diantaranya adalah penyalahgunaan barang haram tersebut.hidayat