LENSAINDONESIA.COM: Tahun 2012, Kementerian Pedagangan mengucurkan anggaran Rp400 miliar merevitalisasi 79 pasar di 53 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 pasar adalah percontohan.

“Program pasar percontohan dengan parameter kebersihan, sehat, nyaman dan harga yang stabil serta revitalisasi pasar adalah salah satu prioritas kami. Jika pasar dikelola dengan baik, maka akan memperlancar jalur distribusi. Hal ini tentunya akan berdampak positif dalam penguatan pasar domestik,” tegas Mendag Gita Wirjawan saat meresmikan pasar Skaouw, Papua, Seperti ri;is media yang diterima LICOM, Rabu (2/02).

Menurutnya, selain Pasar Skouw terdapat sembilan pasar percontohan lainnya yang direvitalisasi oleh Kementerian Perdagangan pada 2011.

Sebelumnya, Mendag telah meresmikan Pasar Cokro Kembang di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Kedelapan pasar percontohan lainnya adalah Pasar Pangururan di Kabupaten Samosir Sumatera Utara, Pasar Lambocca di Kabupaten Bantaeng dan Pasar Pattalassang di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, Pasar Grabag di Kabupaten Purworejo, Pasar Minulyo (Pacitan Jawa Timur, Pasar Agung di Kota Denpasar Bali, Pasar Kewapante di Kabupaten Sikka Provinsi NTT serta Pasar Panorama di Kota Bengkulu.

Pasar Skouw dibangun pada 2011 dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui tugas pembantuan sebesar Rp10 miliar – pasar ini dibangun di atas lahan seluas 3,25 hektar dengan luas bangunan sebesar 2.300 meter persegi. “Pasar ini menyerap sekitar 500 tenaga kerja,” ujar Mendag.

Masing-masing pedagang di Pasar Skouw saat ini dapat meraup omzet sebesar Rp3-7 juta per hari. Pasar Skouw ditempati oleh 163 pedagang dari luar Provinsi Papua, 12 orang pedagang asli Papua serta kurang lebih 50 pedagang kaki lima tumbuh di sekitarnya.

Sebelum mengunjungi Pasar Skouw, Gita Wirjawan berkesempatan melihat kondisi Pasar Hamadi. Pasar ini memegang peranan yang strategis sebagai distributor utama bagi para pedagang di Kota Jayapura. Sebanyak 735 pedagang berjualan di pasar ini.

Produk yang dijual sebagian besar adalah bahan pokok seperti sayur mayur, daging, ikan basah, ikan kering dan buah-buahan. Per harinya, masing-masing pedagang mampu mencapai transaksi hingga Rp1 juta. (hidayat)