Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap Wisma Atlet Palembang, politisi Partai Demokrat Angelina Sondakh tak kuasa menahan luapan kegundahan hati.

Melalui twitternya, @SondakhAngelina, mantan putri Indonesia itu mengungkapkan kemelut dalam pikirannya melalui doa-doanya setelah terjerumus dalam kasus yang sama dengan Nazaruddin.

Angelina yang akrab dipanggil Angie ini mengatakan, politik memang tidak pernah benar-benar adil. Kalimat itu menggambarkan penyesalanya menerjuni dunia politik.

“This is not THE END, Its just THE BEGINNING. Politics never fair play. Cukuplah ALLAH SWT yang mjd Wakilku dalam menghadapi kedzoliman ini” ujarnya di akun twitternya.

Ia mengungkapkan, bahwa dirinya tak pernah tahu soal asal usul kasus yang menghantam partai Demokrat itu. Angie merasa dizolimi karena terseret dalam pusaran kasus ini.

“Berbicara saja soal Wisma atlet TIDAK PERNAH apalagi meminta &menerima! Sakti juga permainan itu untuk mengorbankanku,” tulisnya.

Tak hanya itu, istri dari (alm) Adjie Massaid ini juga mengungkapkan, dirinya tak akan mengalah terhadap kasus yang menimpanya. Meskipun, Ia disebut Nazaruddin turut menikmati hasil dana dari Wisma Atlet itu.

“Setajam-tajamnya & sedalam-dalamnya saya disudutkan, sekuat itu pula tekad saya untuk menerjang & menang karena Allah SWT pasti menjaga dan membela saya,”tulis Angie mengiba.

“Semua akan saya hadapi, sebagai WNI yang taat saya siap bekerja sama meluruskan yang sebenarnya. Ini bukan akhir dari segalanya, ini adalah awal pembuka semua,”ungkapnya diposting dua jam setelah penetapan dirinya sebagai tersangka.

Terakhir ia mengatakan, ia akan memberikan penjelasan pada anak-anaknya untuk tetap tegar menghadapi peristiwa yang dialaminya. Terutama peristiwa ini terjadi ketika keluarga sedang mempersiapkan 1 tahun peringatan meninggalnya Angie.

“Sekarang waktunya lebih baik membangun ketegaran anak-anak menjelang 1 tahun tanpa ayahnya. Kami dicoba karena kami diminta untuk lebih dekat padaNYA. innalillahi,” tutup Angie.*rama