LENSAINDONESIA.COM: Kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang makin tahun semakin besar, ternyata berbanding terbalik dengan kinerja Bank Jatim. Melihat realitas itu, Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Jatim mengaku kecewa kepada salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terbesar Jatim ini.

Diungkapkan anggota Komisi C DPRD Jatim Yusuf Rohana, bank dengan modal dana APBD rakyat Jawa Timur ini kinerjanya semakin menurun.
Padahal, anggaran dari APBD yang diberikan pada Bank Jatim, semakin tahun semakin besar.

“Seharusnya, anggaran yang makin besar ini mampu dikelola dengan benar hingga tidak merugikan kepentingan rakyat,” cetusnya Senin (6/2/2012). Permasalahan yang ada, lanjutnya, datang dari dalam, bukan dari eksternal Bank Jatim.

“Persoalan itu kan datangnya dari dalam sendiri. Bukan dari luar. Jadi mereka tidak bisa beralasan,” kata dia.Kedepannya, Bank Jatim diharapkan mampu memperkuat pengembangan dengan pihak ketiga dan kontrol evaluasi. Dana yang dikelola Bank jatim merupakan anggaran APBD yang sama artinya itu uang rakyat Jawa Timur,” tegas dia lagi. *anne