LENSAINDONESIA.COM: Dalam menghadapi kebutuhan pangan yang terus meningkat dengan pertumbuhan penduduk dunia yang akan mencapai 9 milyar orang di tahun 2045, sedangkan ketersediaan lahan pertanian dunia tidak bertambah malah berkurang.maka,dipelukan langkah strategis untuk mengantisipasi kekurangan pangan yang dapat menimpa dalam negeri maupundi negara lain nya.

Jakarta Food Security Summit 2012 di Jakarta Convention Centre Jakarta,hari ini dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono, sambutan dari Chairman JFSS, Franky Oesman Widjaja, Menteri Kordinator Perekonomian  Hatta Rajasa, Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang sulistio, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi bowo.

Ketua Umum kadin Indonesia,Suryo Bambang Sulistio,mengatakan,”Krisis pangan dewasa ini dan dimasa depan tidak saja dihadapi oleh negara miskin, tetapi juga oleh negara maju baik di Asia dan Eropa. Pasok pangan dari negara berkembang ke negara maju terus mengalami kemerosotan karena berbagai faktor,” jelasnya dalam acara Jakarta Food Security Summit 2012 di Jakarta Convention Centre Jakarta, Selasa, (7/2/2012).

“Di lain pihak, negara maju memiliki kesulitan dalam menyediakan cukup bahan pangan karena masalah kekurangan lahan serta iklim yang tidak menentu. Krisis pangan tidak hanya terjadi karena faktor iklim yang tidak bersahabat, tetapi juga terkait dengan masalah krisis energi,pemanfaatan pangan untuk energi, krisis politik di berbagai negara, krisis ekonomi dan moneter dunia,” kata Suryo.
“Pertumbuhan ekonomi yang mendorong penggunaan tambahan lahan untuk industri dan pemukiman serta banyak faktor lokal lain, kami, dunia usaha menyadari sepenuhnya bahwa upaya memenuhi pangan pada tingkat nasional merupakan komitmen yang luar biasa besar,” ujarnya.

Kadin Indonesia secara konsisten akan melaksanakan hasil Jakarta Food Security Summit, bertema ” Feed Indonesia Feed The World” dengan aktif berpartisipasi di dalam proses peningkatan produksi pangan nasional.

Sinergi semua pihak merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan ekonomi yang tidak bergantung pada pemerintah saja, melainkan merupakan kolaborasi kemitraan bersama antara pemerintah ,masyarakat ,dan swasta dalam semangat Indonesia incorporated.*dody