Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE PROOTONOMI

Alasan Kerusakan Lingkungan Ancam Gagalkan Pembangunan Nuklir 

LENSAINDONESIA.COM: Rencana pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat sorotan banyak pihak. Terlebih lagi, terhadap dampak lingkungan yang diakibatkan fasilitas nuklir tersebut.

Bahkan, menurut Direktur Eksekutif Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) Kaltim, Isal Wardhana, dampak yang ditimbulkan nuklir di Kaltim sama halnya dengan komoditas yang menggunakan batu bara. Akibatnya, kerusakan lingkungan, konflik lahan, penggusuran serta resiko pengelolaan nuklir akan membayangi terus di Kaltim.

Tak hanya itu, limbah nuklir yang ditinggalkan juga sangat beresiko bagi generasi mendatang. “Skemanya tetap sama. Untuk pemenuhan energi negara luar semata,” tegasnya.

Sementara, pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman, Irwan Gani, mengatakan, jika pembangunan PLTN merupakan kemajuan tersendiri bagi Indonesia.

“Terlepas dari efek lingkungannya, energi murah akan memberi nilai tambah dan mengundang lebih banyak industri. Ini berdampak besar kepada perekonomian,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, PLTN sifatnya padat modal, memerlukan teknologi tinggi dan hanya sedikit menyerap tenaga kerja.

“Jika batu bara dan bahan bakar fosil sudah habis, di samping mengandalkan sumber-sumber energi terbarukan, nuklir menjadi alternatifnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, mengatakan, bahwa program nuklir Rusia di Kaltim tak hanya untuk pembangkit listrik saja, melainkan juga untuk pertanian dan kesehatan. “Nuklir sekarang digunakan di bidang pertanian dan kesehatan. Jika bisa untuk listrik, itu lebih baik,” paparnya. *dae