LENSAINDONESIA.COM: Pertandingan final Piala Afrika antara Zambia melawan Pantai Gading, Minggu atau Senin (13/2/2012) dini hari WIB, harus dilanjutkan pada babak tambahan setelah kedua tim hanya mampu bermain imbang tanpa gol selama 90 menit.

Pantai Gading sebetulnya bisa saja memenangkan pertandingan jika saja Didier Drogba sukses mengeksekusi tendangan penalti pada menit ke-70. Hanya saja tendangan kerasnya mampu diblok penjaga gawang Zambia.

Pantai Gading cukup dibuat kesulitan dengan permainan yang diperagakan oleh Zambia. Tim besutan Herve Renard tersebut beberapa kali melancarkan ancaman cukup berbahaya ke gawang Pantai Gading yang dikawal Boubacar Barry. Zambia memang berambisi meraih gelar Piala Afrika untuk pertama kalinya.

Setelah hanya bermain imbang tanpa gol pada babak pertama, Pantai Gading langsung tampil mendobrak pertahanan Zambia setelah turun minum. Penetrasi yang dilakukan Gervinho di sayap kanan nyaris membuahkan hasil jika saja Didier Drogba mampu menjangkau umpannya.

Zambia tampil dengan permainan cepat serta organisasi permainan yang rapi daripada Pantai Gading. “Chipolopolo”, julukan Zambia, nyaris unggul terlebih dulu. Emmanuel Mayuka yang melakukan penetrasi ke sektor kanan berhasil berhasil melepaskan umpan mendatar ke dalam kotak penalti. Namun, bola berhasil dibuang oleh salah satu bek Pantai Gading sebelum Nathan Sinkala mengeksekusi peluang tersebut.

Laga pun berjalan sengit. Kedua tim saling baku serang. Pantai Gading kembali memiliki peluang emas lewat aksi Max Alain Gradel pada menit ke-86. Gradel dengan skill individunya berhasil merangsek ke dalam kotak penalti. Dia kemudian berusaha menyarangkan bola ke pojok kiri bawah gawang Zambia. Apes bagi Pantai Gading, tembakan Gradel gagal mengenai sasaran. Tak ada gol sampai babak kedua berakhir dan harus dilakukan perpanjangan waktu.rid/kps