LENSAINDONESIA.COM: Siang ini berlangsung diskusi publik di Ruang Karya II DPP Partai Golkar dengan tema “Mendengar aspirasi rakyat terhadap rencana pembatasan BBM bersubsidi dan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL)”.

Diskusi ini menghadirkan Ketua DPP Golkar Bid. ESDA Dr. Aziz Syamsudin, Ketua Pengurus harian YLKI Sudaryanto, Ketua BEM Universitas Tri Sakti Sutanalendra, dan Pengamat Energi Reforminer Institute DR. Pri Agung Rahmanto.

Berbagai pendapat disampaikan oleh moderator menanggapi isu kenaikan harga BBM ini, karena Masalah BBM menurut Aziz Syamsudin adalah masalah terbesar di Indonesia. Hal serupa disampaikan Sutan Alendra, menurutnya isu kenaikan BBM adalah isu paling sensitif yang bisa menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Bukan hanya kenaikan BBM, pembatasan berapapun akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Yang terpenting harus dilakukan pemerintah adalah pemberian edukasi pada masyarakat, karena menurut saya konsep BLT kurang mendidik,” jelas mahasiswa usia 22 tahun ini saat diberi wktu bicara selama 10 menit.

Penjelasn berbeda disampaikan Okto, “Apabila dibutuhkan penyesuaian, jangan sungkan-sungkan melakukan penyesuaian, namun harus menggunakan cara paling efektif mengingat tahun depan Indonesia menyelenggarakan pesta demokrasi,”ujar ketua umum (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) HIPMI ini.

Rencana implementasi pengendalian konsumsi BBM bersubsidi tahun 2012 yaitu dengan langkah-langkah, Pengaturan pengguna BBM bersubsidi dan pembatasan mulai april terhadap seluruh kendaraan dinas instansi pemerintah, BUMN dan BUMD di Jawa Bali. Diversivikasi BBM ke BBG meliputi, CNG untuk kendaraan umum, LVG untuk angkutan umum yang tidak tersedia CNG, dAn pelaksanaan secara bertahap untuk tahun 2012 hanya Jabodetabek.

Pengurangan subsidi BBM sesuai RAPBN-P 2012 dengan pengaturan harga BBM bersubsidi. Dan yang terakhir adalah Demand side management, dengan mendukung instansi lain untuk pengembangan transportasi massal dan pengembangan kendaraan non BBM.aini