LENSAINDONESIA.COM: Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong, menegaskan pihaknya akan menjatuhkan hukuman yang sangat berat jika nantinya ditemukan pengkhianat dalam investigasi yang dilakukan FIFA terkait kekalahan telak 10-0 yang dialami Tim Nasional (Timnas) Indonesia dari Bahrain 29 Februari 2012 lalu.

Investigasi itu, kata Limbong, juga akan melakukan pada intern tim. Kedatangan dirinya menjemput Tim di Bandara bebrapa hari lalu itu juga dalam rangka mencari tahu apakah ada pemain yang berkhianat.

“Biasanya saya gak mau jemput tim begitu datang dari luar negeri. Tapi saat itu saya sengaja jemput dengan maksud ingin investigasi tim apakah ada yang menghianati bangsa ini. Siapa yang menghianati bangsa akan mendapat hukuman yang sangat berat,”kata Limbong di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/3).

Meski mengakui timnas tampil buruk, Limbong merasa anak asuh Aji Santoso itu diperlakukan tidak adil oleh wasit.

“Ini aneh ada empat penalti dan dua kartu merah. Yang jelas investigasi ekstern dan intern harus dilakukan,”tegasnya berapi-api.

Kekalahan itu menjadi catatan buruk dalam sejarah kekalahan terbesar timnas Indonesia di kancah internasional.

Hal itu yang kini menjadi tanda tanya dibenak pecinta sepakbola di Tanah Air.

PSSI menyerahkan semua proses investigasi kepada FIFA.

“Semua perlu kita investigasi, tapi kita tidak ingin mendahului tim investigasi dari FIFA dan AFC,”kata penaggungjawab Timnas itu.

Limbong juga menilai, kalau wasit Andre Al Hadad, memang dikenal memiliki catatan buruk. Salah satu contohnya, adalah saat memimpin laga Cina melawan Singapura.

Di laga itu Singapura merasa dikerjai akibat adanya hukuman penalti di menit-menit akhir.*noviar

Penanggung Jawab Timnas, Bernhard Limbong, menegaskan pihaknya akan menjatuhkan hukuman yang sangat berat jika nantinya ditemukan pengkhianat dalam investigasi yang dilakukan FIFA terkait kekalahan telak 10-0 yang dialami Tim Nasional (Timnas) Indonesia dari Bahrain 29 Februari 2012 lalu.

Investigasi itu, kata Limbong, juga akan melakukan pada intern tim. Kedatangan dirinya menjemput Tim di Bandara bebrapa hari lalu itu juga dalam rangka mencari tahu apakah ada pemain yang berkhianat.

“Biasanya saya gak mau jemput tim begitu datang dari luar negeri. Tapi saat itu saya sengaja jemput dengan maksud ingin investigasi tim apakah ada yang menghianati bangsa ini. Siapa yang menghianati bangsa akan mendapat hukuman yang sangat berat,”kata Limbong di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/3).

Meski mengakui timnas tampil buruk, Limbong merasa anak asuh Aji Santoso itu diperlakukan tidak adil oleh wasit.

“Ini aneh ada empat penalti dan dua kartu merah. Yang jelas investigasi ekstern dan intern harus dilakukan,”tegasnya berapi-api.

Kekalahan itu menjadi catatan buruk dalam sejarah kekalahan terbesar timnas Indonesia di kancah internasional.

Hal itu yang kini menjadi tanda tanya dibenak pecinta sepakbola di Tanah Air.

PSSI menyerahkan semua proses investigasi kepada FIFA.

“Semua perlu kita investigasi, tapi kita tidak ingin mendahului tim investigasi dari FIFA dan AFC,”kata penaggungjawab Timnas itu.

Limbong juga menilai, kalau wasit Andre Al Hadad, memang dikenal memiliki catatan buruk. Salah satu contohnya, adalah saat memimpin laga Cina melawan Singapura.

Di laga itu Singapura merasa dikerjai akibat adanya hukuman penalti di menit-menit akhir.*noviar