LENSAINDONESI.COM: Dalam kunjungan kerja sehari ke Singapura pada tanggal 7 Maret 2012, Menlu (Menteri Luar Negeri) Dr RM Marty M Natalegawa telah bertemu dengan Menlu Singapura K Shanmugam. Kinjungan itu untuk mempersiapkan pertemuan annual leaders’ retreat Presiden RI dengan PM Singapura tanggal 13 Maret 2012 di Bogor, Indonesia.

Dalam pertemuan dengan Menlu Singapura telah dibahas berbagai hal terkait upaya peningkatan kerjasama bilateral, regional dan multilateral yang menjadi perhatian bersama kedua negara.

“Kami bahas secara rinci kemajuan berbagai komitmen dan kesepakatan yang telah dihasilkan Presiden RI dan PM Singapura dalam annual leaders’ retreat pada bulan Mei tahun 2010 yang lalu dan agenda retreat di Bogor mendatang,” ujar Menlu RI.

Terkait dengan peningkatan hubungan ekonomi kedua negara, Menlu menggarisbawahi ekonomi Indonesia dan ekonomi Singapura yang sifatnya saling melengkapi.

Perdagangan kedua negara menunjukkan tren positif dalam 5 tahun terakhir. Pada tahun 2011 ini, volume perdagangan naik hingga 33 persen dibanding tahun 2010. Nilai perdagangan mencapai lebih dari 41 milyar Dollar AS. Nilai investasi Singapura di Indonesia tahun 2011 mencapai 5,1 Milyar Dollar AS.

“Ekonomi kedua negara saling menguatkan, hal ini tercermin dimana Singapura merupakan investor terbesar bagi Indonesia dan baik Singapura maupun Indonesia merupakan mitra dagar terbesar kelima bagi masing-masing negara,” tambah Marty.

Selain itu, kedua Menlu mengkaji kemajuan yang dicapai selama ini khususnya perkembangan kerjasama pada 6 sektor yang telah diputuskan dalam pertemuan Kepala Pemerintahan sebelumnya yaitu pengembangan wilayah ekonomi khusus (Batam, Bintan dan Karimun), investasi, agribisnis, perhubungan udara, pariwisata dan ketenagakerjaan.

Terkait perundingan perbatasan kedua negara, kedua menlu mencatat adanya kemajuan dalam perundingan perbatasan kedua negara di segmen Timur Selat Singapura.

“Kami sepakat untuk mengintensifkan perundingan perbatasan kedua negara pada segmen Timur Selat Singapura setelah segmen barat telah dirampungkan dan diratifikasi kedua negara pada tahun 2010,” papar Marty.

Dalam pembicaraan mengenai perkembangan di kawasan, khususnya terkait kerjasama ASEAN, kedua Menlu membahas aksesi negara pemilik senjata nuklir pada protokol kawasan bebas senjata nuklir Asia Tenggara, Laut China Selatan, perkembangan positif di Myanmar dan semenanjung Korea serta perkembangan mediasi ASEAN atas konflik perbatasan Thailand dan Kamboja.

“Indonesia dan Singapura sepakat pastikan adanya kemajuan dalam berbagai isu yang menjadi prioritas ASEAN kedepan,” jelas Menlu.

Terkait isu global, kedua Menlu membahas berbagai perkembangan global khususnya kondisi ekonomi dunia menyusul melonjaknya harga minyak dunia dan kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah yang tidak menunjukkan perbaikan.

Dalam kunjungan sehari tersebut, Menlu berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan kepada PM Singapura, Lee Hsien Loong dan memberikan paparan di Rajaratnam School of International Studies di Singapura. *releace