LENSAINDONESIA.COM: Akibat infrastruktur jalan yang tak memadai, pengoperasian Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau, Balikpapan, dipastikan molor. Padahal, hal itu sebagai proyek awal membuka sub wilayah pengembangan kota di utara.

Ditambah lagi, peralihan aktivitas bongkar muat dari Semayang ke utara. Dan ada 1,6 kilometer dari 12 km akses dari titik nol freeway Balikpapan-Samarinda di km 13 ke TPK Kariangau. Sementara, pemilihan kota baru itu merupakan akses trans Kalimantan, yaitu Jembatan Pulau Balang, kawasan industri, termasuk TPK

“Kalau TPK beroperasi, otomatis memicu fasilitas perkembangan kota di sana,” ujar Kepala Bappeda Suryanto.

“Kalau dianalisis akan lebih banyak lagi pengaruh positifnya. Namanya pelabuhan pasti butuh penunjang. Disini pasti akan tumbuh penyediaan barang dan jasa baru di sekitar kilometer 13 itu. Bahkan, bisa saja ada pusat perbelanjaan di sekitar itu,” jelasnya.

Tak hanya itu, pengembangan kota itu juga untuk mengurangi kepadatan kendaraan berat yang melintasi kota. “Selama ini, nuansa downtown itu belum terasa. Karena itu multiplayer effect dari kedua pelabuhan ini untuk kemajuan kota,” paparnya. *dae