LENSAINDONESIA.COM: Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Muchlas Samani menaggapi enteng rencana pemanggilan paksa terhadap dirinya oleh Tim Ombudsman Jawa Timur terkait dugaan penilaian Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) 2011 yang diduga tidak transparan.

Muchlas Samani mengaku tetap berpegang teguh pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kelembagaan, yakni pihaknya akan menolak sebelum ada perintah dari pusat (Kemendikbud), meskipun Ombudsman Jatim menggunakan polisi dalam panggilan paksa nantinya.

“Saya akan lawan panggilan paksa. Saya akan jelaskan bila sudah ada perintah dari atasan (Kemendikbud),” kata Muchlas kepada LICOM usai penandatangan pakta integritas UN di kantor dindik Jatim beberapa waktu lalu.

Ia menyampakan bahwa pihaknya telah mengirim surat ke pusat, namun hingga kini, surat terkait pemanggilan atas kasus pelaporan peserta PLPG ke Ombudsman belum terbalas. “Saya masih menunggu surat perintah pusat,” tegas Muchlas.

Dalam kasus ini, kata Muchlas, Unesa hanya menangani masalah protes peserta PLPG 2011 yang tidak lulus.”Yang jelas, surat pemberitahuan tentang nilai, sudah kami kirimkan ke Ombudsman Jatim termasuk juga alasan penolakan kami,” ujarnya. Sedangkan untuk menggelar ujian ulang, lanjutnya, bukan menjadi bagian dari tupoksi penyelenggara PLPG. “Perkara ada tidaknya ujian ulang adalah keputusan pusat,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Kepala Ombudsman Jatim Muflihul Hadi mengatakan tetap akan melaksanakan tahapan sesuai dengan kewenangan dalam perundang-undangan.

“Kita hanya minta klarifikasi, tergantung itikad baik dan tidaknya. Harapan kami, Unesa bersedia seperti UNM memberikan klarifikasi. Jadi, sampai sekarang kami tidak tahu alasan kenapa Unesa menolak panggilan. Tapi, kami tetap melaksanakan tugas hingga tahapan panggil paksa,” katanya, Minggu (25/3/2012) kemarin.

Sebelumnya, Pelaksana Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 115 Universitas Negeri Malang (UNM), juga mendapat panggilan dari Ombudsman Jatim terkait transparansi nilai PLPG 2011.

Berbeda dengan Unesa, UNM bersedia memenuhi panggilan Ombudsman Jatim untuk menunjukkan prosedur dari proses pelaksanaan ujian PLPG 2011.

Bahkan, UNM sepakat, April depan akan mengadakan pertemuan langsung dengan perwakilan peserta untuk mencari kebenaran dengan melihat langsung hasil ujian.*ian