LENSAINDONESIA.COM: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadwalkan PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) bakal digelar Juni depan. Bahkan, Universitas Surabaya (Unesa) yang ditunjuk LPTK (Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) untuk menjalankan PLPG di Jatim menyatakan kesiapanya.

Koordinator Pelaksanaan PLPG Unesa Alimufi menyatakan, bahwa pihaknya siap melaksanakan PLPG 2012 sesuai dengan ketentuan. “Kita siap seratus persen menjalankan PLPG 2012,” ujar Alimufi.

Sebelumnya, Kemendikbud menjadwalkan PLGP bakal digelar Juni nanti. Sama dengan UKA, PLGP ini dikomando oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala BPSDMP-PMP Kemendikbud Syawal Gultom mengatakan, pihaknya menjadwalkan seluruh guru mulai masuk PLPG pada Juni nanti. Dia memilih bulan tersebut karena bertepatan dengan libur sekolah. “Jadi tidak sampai mengganggu kewajiban mengajar di sekolah,” ujarnya.

Menurut Gultom, durasi PLPG ini ditetapkan 90 jam dan akan berlangsung selama sembilan hari. Dia mengingatkan, dalam pelaksanaan PLPG ini seluruh guru atau peserta tidak dipungut biaya. Bahkan, sebaliknya, guru akan mendapatkan uang makan. Selain itu, akan disiapkan di penginapan di masing-masing LPTK.

Beberapa kampus negeri sudah ditunjuk LPTK untuk menjalankan PLPG dengan sukses. Misalnya di Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Negeri Surabaya.

Berdasar hasil UKA yang digelar akhir Februari lalu, jumlah peserta PLPG adalah 249.001 orang. Bagi peserta yang lulus, akan mendapatkan sertifikat pendidik professional dan berhak memperoleh tunjangan profesi pendidik (TPP). Bagi yang belum lulus, harus mengikuti PLPG susulan. “Tidak ada ketentuan kuota jumlah peserta PLPG yang lulus dan mendapatkan sertifikat,” katanya.

Gultom menegaskan, pihaknya sudah menetapkan passing grade tertentu untuk kelulusan PLPG. Sementara itu bagi calon peserta PLPG yang gagal UKA, Gultom mengatakan Kemendikbud sudah menyiapkan beberapa langkah. Diantaranya, mereka merancang seluruh guru yang tidak lulus UKA akan mengikuti diklat khusus. “Jadwalnya masih belum ditetapkan,” ujarnya.

“Jika guru yang tidak lulus UKA tadi berhasil lulus diklat khusus, maka tahun depan yang bersangkutan tidak perlu ikut UKA kembali. Para guru ini bisa langsung ikut PLPG periode 2013. Sebaliknya bagi yang tidak lulus diklat khusus tahun depan harus ikut UKA lagi sebagai saringan masuk PLPG,” tambahnya. @ian