LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ternyata masih belum penuhi janjinya dalam menuntaskan kasus korupsi bersekala besar yang melibatkan elit politik. Tentunya, ini akan jadi hutang KPK terhadap masyarakat.

Kasus yang melibatkan kekuasaan atau ruling party, belum dapat diselesaikan dengan kasus-kasus yang tidak pernah menemukan titik terang untuk dituntaskan. Jauh jika KPK sampai menangkap para koruptor untuk dititipkan di sel tahanan setelah diproses.

Seperti diketahui, sekarang ini korupsi rentan di tembus organisasi partai. Contoh kecil kasus korupsi yang sampai saat ini belum dituntaskan KPK alias macet adalah, kasus yang banyak melibatkan orang-orang yang aktif di Partai Demokrat Pimpinan SBY. Seperti Century, Wisma Atlet dan Hambalang.

Hari ini tanggal (12/04/2012), KPK di datangi sekitar 25 orang gabungan dari Habib Husaein Al Habsi, Presiden Ihwanul Muslimin GEMA AKSI di bawah pimpinan Hasan al Hadar dan LAKI di bawah pimpinan Mochsen al Alatas.

Mereka mendatangi kantor KPK untuk bertemu dengan para pimpinan, setelah lama menunggu dari jam sebelas, salah satu pimpinan tidak dapat di temuinya.

“Saya datang kesini untuk menagih janji ketua KPK menyelesaikan kasus kasus korupsi yang besekala internasional.`Sayangnya satupun dari mereka tidak dapat ditemui. Katanya Abraham sedang sakit dan pimpinan lainya sedang keluar kota,” tutur Habib Husaein Al Habsi, Presiden Ihwanul Muslimin kapada LI.com di kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan.

Lanjut Habib Husaein, meski timnya tidak berhasil bertemu Ketua KPK, namun minggu depan akan kembali lagi dan berharap KPK mau seruis menuntaskan perkara korupsi. Jika janjinya itu tidak di penuhi, maka kami akan membawa masa yang lebih banyak dari berbagai elemen masyarakat untuk menduduki KPK.

Sementara itu, beberapa simpatisan melakukan teaterikal di lobi KPK. Mereka bediri membentangkan spanduk dan berputar putar menunjukkan poto Andi Malarangen, Anas Urbaningrum, Mirwan Amir dan mantan Putri Indonesia Angelina Sondakh.

Mereka berteriak-teriak sambil membentangkan sepanduk Agar Ketua KPK Abraham Samad mengadili SBY-Boediono dalam Kasus Century. Tidak hanya sepanduk yang menyuruh SBY dan wakilnya untuk di periksa KPK, tetapi beberapa foto anak buah SBY di Partai Demokrat juga di bentangkan dengan menggunakan triplek.

Dari ketiga organisasi ini, mereka menanyakan berkas-berkas yang sudah diberikan dua tahun yang lalu tentang kasus Bupati Hlmahera Selatan, Muhamad Kasuba yang tersangkut korupsi tentang pengadaan kapal senilia 14 M dan mark up sekitar 7 M dan bupati ini juga telah melakukan diskriminasi terhadap putra daerah dalam pemeritahannya.

“Selain korupsi, bupati Muhamad Kasuba juga di nilai pilih kasih dalam pemerintahnya. Dia hanya memasukkan orang orang PKS untuk memperkaya organisasi saja,” terang Hasan al Hadar.@Aligarut