Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE PROOTONOMI

Selamatkan Hutan Indonesia, NGI Sosialisaikan Legalitas Kayu 

LENSAINDONESIA.COM: SVLK Goes to Campus digelar National Geographic Indonesia (NGI) bersama Ministry of Forestry republik of Indonesia, UKAID, MFP (Multistakeholder Forestry Proggamme) dan KEHATI. Acara ini juga menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai tuan rumah yang melaksanakan seminar tentang sertifikasi kayu.

Dengan mengusung tema “Stop Kayu Ilegal, Gunakan Kayu Legal” seminar dibuka oleh perwakilan dari Kementrian Kehutanan (Kemenhut). Bahkan, acara ini mampu menarik perhatian 200 peserta, yang dengan antusias mengikuti kegiatan tersebut sampai selesai.

Selain mahasiswa dari Universitas Hasanuddin terlihat perwakilan dari Fakultas Kehutanan Universitas Indonesia Timur, Universitas Satria serta Unversitas Muhammadiah Makassar. Seminar ini digelar di Gedung IPTEKS Universitas Hasanuddin, Rabu (11/04/2012).

SVLK (Sosilisasi Verifikasi Legalitas Kayu) merupakan Peraturan Menteri Kehutanan yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia tentang standard dan pedoman penilaian kinerja pengelolaan hutan produksi lestari dan verifikasi legalitas kayu pada pemegang izin atau hutan hak.

“Kita sudah dicap sebagai bangsa maling, ada 130, 6 Juta Ha Hutan di Indonesia, 40 % rusak oleh pembalakan liar,” ujar Dr Ir Dwi Sudarto MSi.

Tidak hanya itu, dari data yang dipaparkan oleh Adi Nugroho Co-Director MFP Indonesia, bahwa green peace mencatat indonesia 80 % kayu ilegal.

Melihat kondisi tersebut, SVLK hadir untuk menjadi solusi guna menyelamatkan hutan Indonesia dan terlebih kepada peningkatan kesejahteraan hidup Petani kayu. “Dengan SVLK akan mendorong normalnya harga kayu, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani kayu,” ungkap Rustanto S, Director Sulawesi Community Foundation.

“Untuk kalangan petani kayu, akan ada proses pendampingan mulai dari sosialisasi sampai pada pengurusannya di lapangan,” paparnya.

Sementara, seminar tersebut ditutup dengan penyerahan sertifikat dari National Geographic Indonesia kepada Universitas Hasanuddin yang diikuti dengan pengundian doorprize dan bagi-bagi merchandise oleh NGI. @taufan

Baca Juga:  Pasca bom bunuh diri di Medan, Khofifah imbau masyarakat Jatim waspada