LENSAINDONESIA: Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI M.Setyo Sularso pada Kamis (12/4) menutup pelaksanaan Apel Komandan Satuan jajaran Kodam V Brawijaya di Dodikjur Rindam V Brawijaya Malang. Apel Dansat yang telah berlangsung selama 4 hari, mulai, Senin (9/4/2012) hingga Kamis (12/4/2012) ini mempunyai tujuan untuk menyamakan visi dan persepsi serta mendapatkan solusi terbaik dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan lapangan. Sehingga tercipta soliditas dan profesionalisme prajurit dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.

Selain itu, apel yang diikuti oleh para Perwira TNI-AD setingkat Komandan Peleton serta Komandan Koramil keatas di lingkungan Kodam V Brawijaya tersebut diharapkan bisa dijadikan wahana pertukaran informasi, khususnya informasi tentang pembinaan satuan yang sedang dan akan dilaksanakan di satuan masing-masing jajaran Kodam V Brawijaya.

Materi umum apel Dansat meliputi, Bela Diri Militer (Yong Moo Do), renang militer, kesamaptaan jasmani, orientering dari Yonif 500/Raider, kegiatan study kasus serta materi khusus tentang peragaan Hukum dari Hukum Kodam V Brawijaya.

Semua materi diarahkan untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan Pembinaan Satuan guna mendapatkan segala informasi terkini dari berbagai pihak, Kodam V Brawijaya juga memberikan bekal kepada para peserta apel Dansat berupa informasi dari beberapa sumber diantaranya dari Gubernur Jatim Pakde Karwo yang menyampaikan tentang Jatim sebagai tolok ukur nasional.

Dikatakan Jawa Timur menjadi salah satu faktor penentu dalam menjaga stabilitas Indonesia wilayah Timur. Berbagai bidang yang membuat Jatim berpengaruh antara lain bidang perdagangan, ekonomi, investasi dan keamanan, katanya ketika memberikan sambutannya dihadapan para peserta Apel Dansat di Dodikjur Rindam V Brawijaya Malang.

Menurut Gubernur Jatim, apabila kondisi Jatim terganggu, maka stabilitas distribusi berbagai keperluan untuk wilayah Timur turut terganggu pula. “Apabila distribusi barang dari Jatim terganggu, maka dampaknya akan ada kenaikan barang di daerah lain, contohnya Kalimantan Timur, NTT, NTB yang membeli berbagai keperluan masyarakat dari Jatim,” terang orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Nara sumber lainnya adalah Kapolda Jatim, Irjen Pol Hadiatmoko yang menyampaikan tentang Kamtibmas Jatim yang sampai saat ini dinilai secara umum bisa terkendali dengan baik. Hal ini, menurut petinggi Polda Jatim tersebut karena adanya kerjasama yang solid antara Kodam V Brawijaya dengan Polda Jatim dalam menciptakan suasana keamanan Jatim menuju kearah yang lebih kondusif.@Bambang