Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Art & Culture

Marie Dukung Pelaksanaan 4th The Marketplace of Creative Arts 

LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak lebih dari 40 seniman beragam talenta mengikuti ajang festival kreatif paling menakjubkan dan interaktif di Asia Tenggara, The Marketplace of Creative Arts, 14 hingga 15 April 2012 di Cihampelas Walk, Bandung, Jawa Barat.

Mereka dari profesi penyanyi, penulis lagu, penari kontemporer, sutradara film, band-band fusion, musisi, penyair, ansambel, musisi instrumental, kelompok tari, pemain perkusi, pengusaha seni dan artis seni tradisional.

Para seniman ini  datang dari seluruh negara-negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Laos, Kamboja, Myanmar dan Brunei Darussalam) ditambah dari negara India, Australia dan Jepang. Mereka memamerkan talenta dan kreatifitasnya sebagai simbol indentitas dan kebudayaan masing-masing.

Festival ini diselenggarakan yang keempat kalinya sebagai lanjutan dari ketiga acara yang digelar sebelumnya di Kuala Lumpur pada bulan Mei 2010, Singapura (Februari 2011), dan Kazakstan (Juni 2011).

“Mengusung tema Design Nation: Carving Creative Spaces, Marketplace tahun ini akan menampilkan pameran kreatif, pertunjukan seni, pemutaran film dokumenter, forum diskusi bisnis kreatif, graffiti art, kontes seni dan aktifitas-aktifitas menarik lainnya untuk para praktisi senim pengunjung dan masyarakat. Acara ini terbuka untuk semua orang yang ingin bergabung,” ucap Tun Musa Hitam, Chairman WIEF Foundation kepada LIcom di Ciwalk, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/4/2012) malam.

4th Marketplace of Creative Arts ini diselenggarakan oleh WIEF Foundation melalui WIEF Young Leader Network (WYN) bekerjasama dengan Bandung Creative City Forum (BCCF). Didukung  Alumni Seni Rupa of the Institut Teknologi Bandung dan disponsori oleh Garuda Indonesia dan Yayasan Sime Darby.

Sementara itu, dalam sambutannya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kerakyatan Marie Elka Pangestu menyambut baik penyelenggaraan Marketplace of Creative Arts keempat ini di Bandung, Indonesia. “Ayah saya orang Sunda, saya compatible di sini. Sampu Rasun,” ungkap Marie disambut meriah hadirin di Cihampelas Walk, Bandung.

Marie mengatakan ada tiga poin penting yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan festival kreatif terbesar di Asia Tenggara ini. “Pertama. menciptakan forum dalam diskusi berbagai hal mengembangkan bisnis. Kedua, networking, dan ketiga memberdayakan anak muda dan perempuan.” jelas Marie.

Penyelenggaraan festival kreatif di Bandung ini, kata Marie, karena Bandung sebagai kota yang pertama membentuk Komite Pengembangan Ekonomi Kreatif. “Bandung Creative City. Home Creative Mine,” ungkap Marie.@rudi