LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI), Indra Sahnun Lubis menginginkan agar ketentuan jam besuk para advokat tidak lagi ditentukan menjadi satu dengan ketentuan jam besuk untuk umum.

Hal itu agar para pencari keadilan bisa mempunyai waktu yang cukup dalam mengelola kasus bersama kliennya di rumah tahanan.

“Para advokat atau pengacara semestinya mendapatkan prioritas yang cukup dalam upaya pendampingan terhadap kliennya. Kuasa hukum mempunyai waktu yang tak terbatas dalam mengolah informasi penting yang harus mendengarkan secara langsung dan komprehensif dengan kilennya agar penanganan bantuan hukumnya bisa lebih maksimal,” kata Indra Sahnun Lubis saat ditemui LICOM seusai acara pelantikan advokat KAI di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (16/4/2012).

Menurutnya, sudah saatnya advokat diberikan ruang waktu yang cukup dalam hal pendampingan. Pasalnya, selama ini ketentuan hukum yang mengatur hal tersebut tersebut disamakan dengan ketentuan khalayak umum. Dan hal ini dianggap sangat merugikan profesi advokat.

“Kenapa hal tersebut tidak ada yang menentangnya atau bahkan tidak ada satupun yang mencoba mengajukan tinjauan ulang? Hal ini dikarenakan organisasi profesi advokat belum bersatu. Akibatnya, hal-hal yang demikian penting terbiarkan begitu saja,” paparnya. @hidayat