LENSAINDONESIA.COM: Kelompok atau partai tertentu yang memandang sinis langkah Dahlan Iskan adalah sesuatu yang wajar.

Demikian dikatakan pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung, Prof Asep Warlan Yusuf.

Apalagi, di Indonesia jarang dijumpai pejabat pemerintahan yang mau berbaur dengan rakyat dan tidak segan untuk turun tangan sendiri menyelesaikan masalah.

“Mereka menganggap aneh karena di Indonesia tidak ada pejabat yang melakukan hal seperti itu. Sebenarnya itu bukan hal aneh. Itu hal yang biasa. Seharusnya, sikap pejabat pemerintah yang lain harus seperti itu,” ujarnya saat dihubungi LICOM, Senin (16/4/2012).

Saat ini, lanjut Asep, masyarakat mengiginkan figur pemerintah yang mau berbaur bersama rakyat. Sehingga, masyarakat bisa lebih dekat dengan pemimpin mereka. “Ini tidak ada hubungannya dengan pencitraan politik seperti orang-orang lain katakan. Itu bukan suatu kenaifan. Itu dinamika dalam perilaku pejabat,” tandasnya.

Lagi pula, menurut Asep, gaya Dahlan Iskan dalam memimpin memang seperti itu. “Sebelum Dahlan masuk ke dunia pemerintahan, saya tau betul gaya dia memang seperti itu dalam memimpin perusahaan. Dengan cara seperti itu dia berhasil. Harusnya kita mendukungnya, agar prestasi BUMN kita tambah lebih baik lagi,” tegasnya.

Bahkan, lanjutnya, selama sikap Dahlan Iskan tidak bertentangan dengan konstitusi dan tidak menyalahgunakan wewenangnya sebagai Menteri BUMN, maka tidak baik langkah brilian itu dicurigai.

“Para politisi melihat langkah Dahlan Iskan sebagai ancaman Pemilu 2014, makanya sikap mereka seperti itu,” lanjutnya. @hairul